0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus SMAN 1 Pontianak Spesial

    Ocha Tak Sangka Polemik LCC 4 Pilar Viral, Dukungan Publik Jadi Penyemangat Tim SMAN 1 Pontianak - Kompas

    9 min read

     

    Ocha Tak Sangka Polemik LCC 4 Pilar Viral, Dukungan Publik Jadi Penyemangat Tim SMAN 1 Pontianak



    PONTIANAK, KOMPAS.com - Polemik penilaian dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. 

    Josepha Alexandra atau Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang sempat memprotes keputusan dewan juri, mengaku tidak menyangka video perdebatan dalam lomba tersebut ramai dibahas di media sosial. 

    Video perdebatan antara peserta dan dewan juri yang beredar di media sosial membuat nama Ocha dan timnya ikut menjadi sorotan. 

    Baca juga: Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar: Saat Jawaban Benar Disalahkan, MPR Akui Kelalaian Juri

    Di tengah ramainya perhatian masyarakat, Ocha mengatakan dukungan publik justru menjadi penyemangat bagi tim SMAN 1 Pontianak. Ia pun menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada mereka.

    Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras, Terdakwa TNI: Biar Kapok

    "Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami," kata Ocha dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2026).

    Ocha mengatakan dirinya dan tim tidak pernah membayangkan polemik dalam lomba tersebut akan mendapat perhatian sebesar itu.

    Baca juga: Alasan MPR Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar

    "Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming," katanya.

    Menurut dia, dukungan masyarakat menjadi motivasi bagi tim SMAN 1 Pontianak untuk terus berkembang ke depan.

    "Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk bisa berkembang dan maju lagi ke depannya," tandasnya.

    Baca juga: Pengakuan Siswa SMAN 1 Pontianak Usai Jawaban Disalahkan Saat Lomba Cerdas Cermat MPR: Jujurly Kaget

    Tim SMAN 1 Pontianak Mengaku Kaget

    Salah satu siswa SMAN 1 Pontianak mengungkapkan timnya merasa terkejut saat jawaban yang mereka sampaikan justru mendapat pengurangan nilai.

    Padahal, menurut mereka, jawaban dari Regu B memiliki substansi yang sama dengan jawaban yang disampaikan Ocha.

    "Nah ketika host itu melemparkan soal kepada Grup A dan juga Grup B, Grup B menjawab dengan jawaban yang sama, sangat sama sekali. Secara substansi juga sama," ujar siswa tersebut.

    Baca juga: Ucapan Terima Kasih Ocha Kepada Masyarakat yang Membelanya Dalam LCC 4 Pilar MPR

    Tim SMAN 1 Pontianak semakin kaget ketika jawaban dari Regu B justru diberikan nilai penuh oleh dewan juri.

    "Kemudian diberikan nilai 10 poin oleh juri, maka di situ kami juga kaget, jujur nih kita kaget sekali," sambungnya.

    Menurut siswa tersebut, keyakinan bahwa jawaban mereka sama membuat tim akhirnya memutuskan menyampaikan protes kepada dewan juri.

    "Karena memang tidak hanya secara substansi tapi secara kalimat yang dilontarkan Ocha sebagai tim C dan juga dengan tim B itu memiliki kesamaan yang persis. Makanya kami di situ pede sekali untuk bisa protes kepada dewan juri," imbuhnya, dikutip dari Kompas.com, Selasa. 

    Baca juga: Siswa SMAN 1 Pontianak Tak Sangka Video Protes ke Juri Lomba MPR Viral, Ucapkan Terima Kasih ke Masyarakat

    Perdebatan soal Artikulasi Jawaban

    Polemik bermula saat final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menggelar sesi rebutan soal mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    Saat itu, Ocha dari Regu C SMAN 1 Pontianak menjawab:

    "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."

    Baca juga: Alasan di Balik Keberanian Ocha Protes Keputusan Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI

    Namun, dewan juri memberikan pengurangan nilai minus lima kepada Regu C.

    Pertanyaan yang sama kemudian dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas dengan jawaban serupa dan diberikan nilai 10 oleh juri.

    Merasa jawabannya sama, tim SMAN 1 Pontianak kemudian menyampaikan keberatan.

    Baca juga: Sekjen MPR Bantah Juri Lomba Cerdas Cermat di Kalbar Berpihak

    “Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” kata peserta Regu C.

    Dewan juri kemudian menjelaskan bahwa Regu C dianggap tidak menyebut unsur pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

    "Keputusan saya kira di dewan juri ya," ujar Dyastasita WB selaku juri.

    Baca juga: Viral Video LCC 4 Pilar Kalbar, Jawaban Sama Tapi Nilai Berbeda: Gangguan Speaker ke Arah Juri

    Juri lainnya, Indri Wahyuni, mengatakan artikulasi menjadi bagian penting dalam penilaian jawaban peserta.

    "Begini ya, kan sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas, dewan juri kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima," jelas Indri.

    "Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan, ya," tambahnya.

    Baca juga: Kontroversi Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar: Jawaban Benar Disalahkan, Juri Singgung Artikulasi Peserta

    Di tengah polemik yang masih menjadi perhatian publik, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

    Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan keputusan itu diambil setelah penilaian juri terhadap jawaban siswa SMAN 1 Pontianak viral di media sosial.

    Muzani juga mengakui terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan lomba tersebut dan menyebut MPR menerima berbagai kritik dari masyarakat.

    Baca juga: Sekda Kalbar Geram Jawaban Siswa Saat Lomba MPR Sudah Benar tapi Disalahkan

    Meski demikian, Muzani memastikan LCC Empat Pilar tetap dilanjutkan karena dinilai penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Sebelumnya, polemik muncul saat jawaban Regu C SMAN 1 Pontianak terkait pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai salah dan mendapat pengurangan poin, sementara jawaban serupa dari regu lain justru diberi nilai penuh.

    (Sumber: Kompas.com/Singgih Wiryono)

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS