-->
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Somalia Spesial

    Pemerintah Negosiasi dengan Perompak Somalia untuk Bebaskan Empat WNI yang Disandera - Babe

    3 min read

     

    Pemerintah Negosiasi dengan Perompak Somalia untuk Bebaskan Empat WNI yang Disandera

    Bahkan, Sugiono mengakui jika komunikasi juga dilakukan pemerintah dengan pihak perompak Somalia.

    Pemerintah Negosiasi dengan Perompak Somalia untuk Bebaskan Empat WNI yang Disandera 

    IDXChannel - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan bahwa pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan perompak Somalia yang menyandera empat warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kapal MT Honour 25.

    "Ini proses-proses penyelamatannya itu (sedang) dilakukan," kata Menlu usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR RI, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

    Baca Juga:

    Turki, Somalia Umumkan Kesepakatan Eksplorasi Migas

    Sugiono menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah kedutaan besar (Kedubes) seperti di Nairobi, di Pakistan hingga konsulat jenderal Karachi dalam rangka penyelamatan dan pengamanannnya.

    Bahkan, dia mengakui jika komunikasi juga dilakukan pemerintah dengan pihak perompak Somalia.

    Baca Juga:

    Empat WNI Disandera Perompak di Perairan Somalia, Kemlu: Upaya Penyelamatan Terus Dilakukan

    "Jadi kita juga sudah melakukan komunikasi termasuk dengan pembajak itu sendiri," kata dia.

    Meski demikian, Menlu belum bisa mengungkap apa yang menjadi permintaan atau syarat pembebasan empat WNI yang tengah disandera oleh perompak Somalia ini.

    Baca Juga:

    Bajak Laut Somalia Kembali Marak, 4 ABK WNI Jadi Sandera

    "Itu masih dibahas," kata Sugiono.

    Baca Juga:

    Empat WNI Masih Disandera Perompak Somalia, Kemlu Terus Lakukan Proses Negosiasi Pembebasan

    Untuk diketahui, kapal NT Honour 25 dibajak oleh perompak Somalia. Kapal itu dibajakdi perairan sekitar sekitar Hafun, Somalia, pada 22 April lalu.

    Akibatnya, anak buah kapal (ABK) disandera. Mereka terdiri dari empat WNI, 10 ABK Pakistan dan 1 ABK India dan Myanmar.

    Saat ini Kementerian Luar Negeri RI tengah fokus dalam penanganan penyelamatan yang melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat hingga pelaku usaha terkait.

    “Upaya penanganan masih terus berlangsung melalui koordinasi otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat serta pelaku usaha terkait dengan tetap mengedepankan keselamatan para ABK WNI,” kata dia.

    (Nur Ichsan Yuniarto)

    Komentar
    Additional JS