0
News
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Spesial UU PPRT

    Prabowo Sebut UU PPRT adalah Perjuangan Lama: Selama Ini Pekerja Rumah Tangga Entah Dibayar Berapa - Kompas TV

    3 min read

     

    Prabowo Sebut UU PPRT adalah Perjuangan Lama: Selama Ini Pekerja Rumah Tangga Entah Dibayar Berapa

    Close Ads x

    Kompas.tv - 1 Mei 2026, 10:41 WIB


    Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5/2026). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

    JAKARTA, KOMPAS.TV – Presiden Prabowo Subianto menyebut pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) merupakan yang pertama kali dalam sejarah NKRI.

    Dalam pidatonya di hadapan massa buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026), ia menyebut UU PPRT merupakan perjuangan lama.

    “Saudara-saudara, hari ini saya bisa melaporkan kepada saudara-saudara bahwa kita telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga,” ucapnya, seperti dikutip dari Breaking News Kompas TV.

    “Kalau tidak salah ini adalah perjuangan lama, perjuangan 22 tahun, bahkan selama republik berdiri belum ada undang-undang perlindungan pembantu rumah tangga, undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga,” katanya.

    Baca Juga: Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah Bulan Ini

    Ia kemudian menyinggung bahwa selama ini para pekerja rumah tangga mendapatkan upah yang besarannya tidak jelas.

    “Selama ini pekerja-pekerja rumah tangga entah dibayar upah berapa, tidak jelas. Sekarang pertama kali dalam sejarah NKRI, kita sahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga,” tuturnya.

    Prabowo juga mengaku terharu diundang menghadiri peringatan May Day 2026 tersebut bersama para buruh. Sebab, ia menyadari para buruh bekerja dan berjuang untuk menghidupi anak serta keluarga mereka.

    Baca Juga: May Day 2026, Prabowo: Saya Jadi Presiden karena Dukungan Kaum Buruh, Tani, dan Nelayan

    “Saya menyadari, saya merasakan, dan saya menghormati perjuangan saudara-saudara. Seorang yang bekerja dengan badannya, dengan keringatnya, dengan tangannya, adalah seorang yang mulia, seorang bekerja dengan halal, seorang berjuang untuk anaknya, untuk istrinya setiap hari.”

    “Pengalaman saya, para pekerja, para petani, para nelayan, justru yang hidupnya susah, mereka adalah orang-orang yang jujur, orang-orang yang ikhlas,” ucapnya.

    Sumber : Kompas TV

    Komentar
    Additional JS