0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Hantavirus Kesehatan Spesial

    Waspada Hantavirus, Dinkes Tangsel Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan - Kompas

    4 min read

     

    Waspada Hantavirus, Dinkes Tangsel Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

    Lihat Foto Lihat Foto

    KOMPAS.com – Sehubungan dengan Surat Edaran Nomor SR.03.02/C/2572/2026 tentang Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diimbau waspada terhadap risiko paparan penyakit Hantavirus.

    Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel dr Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan bahwa hingga saat ini, belum ada temuan ataupun laporan kasus Hantavirus di wilayahnya.

    “Berdasarkan data pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel,” jelas dr Allin dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (16/5/2026).

    Untuk diketahui, penyakit Hantavirus merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh orthohantavirus yang ditularkan dari tikus dan celurut. Virus tersebut dapat menular melalui cairan tubuh, mulai dari urine, feses, saliva, hingga debu yang terkontaminasi.

    Baca juga: Dinkes Tangsel Uji Kualitas Air Bersih Warga dan PDAM Imbas Kebakaran Gudang Kimia

    “Secara klinis, penyakit ini dapat menimbulkan dua bentuk utama, yaitu Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat,” terang dr Allin.

    Oleh karena itu, dr Allin meminta warga Kota Tangsel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Hantavirus. Pasalnya, laporan global terbaru menunjukkan adanya temuan temuan klaster kasus Hantavirus tipe HPS di kapal pesiar internasional yang berpotensi menyebabkan penyebaran lintas negara.

    Di Indonesia sendiri, kasus Hantavirus tipe HFRS telah dilaporkan di beberapa provinsi sejak 2024 hingga 2026. Sementara, tipe HPS belum pernah dilaporkan. Namun, tetap berpotensi terjadi sebagai kasus importasi.

    Dokter Allin menuturkan bahwa pihaknya tengah memperkuat kewaspadaan melalui penguatan surveilans berbasis indikator ataupun Surveilans Berbasis Kejadian melalui SKDR untuk memantau tren kasus ISPA, pneumonia, Severe Acute Respiratory Infection (SARI), serta sindrom demam dengan gejala tidak spesifik.

    Baca juga: Tangsel Targetkan Groundbreaking PSEL Cipeucang Akhir 2026, Investasi Capai Rp 1,2 Triliun

    “Kami juga meningkatkan deteksi dini di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan rumah sakit melalui pendekatan surveilans penyakit infeksi emerging serta koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam kesiapsiagaan penanggulangan penyakit,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, fasilitas layanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, turut disiagakan oleh Dinkes Kota Tangsel guna melakukan deteksi dini, penanganan awal, serta stabilisasi pasien.

    Selain itu, dilakukan penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.

    Dinkes Tangsel juga menyiapkan ruang isolasi sementara di fasilitas pelayanan kesehatan, penguatan sistem rujukan ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging sesuai ketentuan Kemenkes, serta koordinasi dengan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen sesuai standar biosafety.

    Baca juga: Atasi Krisis Sampah, Tangsel Bangun PSEL Mandiri di Cipeucang dengan Kapasitas 1.200 Ton

    Dokter Allin mengimbau masyarakat Kota Tangsel untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga daya tahan tubuh, mengontrol penyakit penyerta, serta menggunakan masker saat mengalami gejala sakit.

    “Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan tikus atau celurut beserta kotorannya, menutup akses masuk hewan pengerat ke dalam rumah serta menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pembersihan menggunakan metode pel basah apabila ditemukan jejak keberadaan tikus,” tuturnya.

    Terakhir, pelaku perjalanan luar negeri pun diingatkan agar mematuhi imbauan kesehatan di negara tujuan serta mengikuti informasi resmi melalui kanal Kemenkes.

    Komentar
    Additional JS