32 Ibu Hamil Ikut Latsarmil, Satu Peserta Melahirkan Saat Pendidikan Berlangsung - Jawa Pos
batampos – Sebanyak 32 peserta perempuan yang tengah mengandung tercatat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dari jumlah tersebut, satu peserta bahkan harus dipulangkan karena melahirkan saat pendidikan masih berlangsung.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menjelaskan, seluruh peserta yang sedang hamil akhirnya dipulangkan dengan pertimbangan kesehatan dan aspek kemanusiaan.
"Dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kesehatan, sebanyak 32 peserta pada tahap pertama dipulangkan," ujar Ketut dalam konferensi pers di Kantor Kemhan, Sabtu (27/6).
Menurut dia, sejak proses seleksi tidak terdapat ketentuan yang melarang ibu hamil mendaftar sebagai calon manajer Kopdes Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih. Karena itu, sejumlah peserta tetap lolos hingga mengikuti tahap pendidikan dasar militer.
Meski dipulangkan, Ketut menegaskan status mereka sebagai calon manajer tidak gugur. Mereka tetap dinyatakan memenuhi syarat dan akan diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan pada gelombang berikutnya setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
"Statusnya masih memenuhi syarat dan dapat mengikuti pendidikan pada batch selanjutnya," katanya.
Selain itu, Kemhan juga mengungkapkan terdapat satu peserta yang melahirkan saat mengikuti pendidikan. Peserta tersebut tetap akan memperoleh kesempatan menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan setelah proses persalinannya selesai.
"Memang ada satu peserta yang melahirkan. Setelah proses persalinan berjalan dengan aman, haknya untuk mengikuti pendidikan tetap kami berikan hingga selesai," ujar Ketut.
Lima Peserta Meninggal
Pelaksanaan latsarmil belakangan menjadi perhatian publik setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia di lokasi pendidikan yang berbeda.
Kelima peserta tersebut adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Muhammad Rifki Renaldi, dan Nola Dya Sari.
Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, meninggal dunia akibat heat stroke setelah mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026.
Sementara Yonanda Muhammad Taufiq, peserta di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung setelah kondisinya menurun pada 17 Juni 2026.
Peserta lainnya, Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta, meninggal pada 23 Juni 2026 setelah didiagnosis menderita tuberkulosis.
Muhammad Rifki Renaldi yang menjalani pendidikan di Satdik Yon Parako 465 Jakarta meninggal dunia pada 26 Juni 2026 setelah mengalami sesak napas.
Sementara Nola Dya Sari, peserta di Satdik Singkawang, Kalimantan Barat, meninggal pada malam 26 Juni 2026 setelah mengalami sesak napas disertai peningkatan suhu tubuh. Ia sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan satuan hingga dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.
Pemerintah menyatakan evaluasi terhadap penyelenggaraan latihan dasar militer terus dilakukan, termasuk aspek kesehatan peserta dan mekanisme pelaksanaan pendidikan, guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)