Breaking News! IHSG Gaspol 7% Lebih, 653 Saham Hijau, - Cnbc Indonesia
Breaking News! IHSG Gaspol 7% Lebih, 653 Saham Hijau
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada sesi 2 hari ini, Selasa (9/6/2026). Per pukul 15.43 WIB, IHSG naik 7,02% atau 374,76 poin ke level 5.716,90.
Sebanyak 653 saham naik, 104 turun, dan 57 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 24,52 triliun, melibatkan 40,99 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 10.074 triliun.
Sebelumnya IHSG sudah sempat menyentuh kenaikan 5% menjelang akhir sesi 1. Akan tetapi kemudian penguatan terpangkas seiring dengan pasar yang merespons kebijakan Bank Indonesia yang tiba-tiba menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%.
"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (9/6/2026),
Perry menegaskan kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia.
Adapun pagi tadi IHSG lompat menyusul pertemuan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), dan sejumlah stakeholder sektor keuangan lainnya di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Turut hadir dalam pertemuan Ketua Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Putrama Wahju Setiawan dan Ketua Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hery Gunardi. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Pengaturan BUMN/COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.
"Pada hari ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan koordinasi dan serta evaluasi terhadap situasi pada saat ini berkaitan dengan situasi perbankan di tanah air," ujar Dasco.
Ia mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai situasi perbankan dari Himbara dan Perbanas pada saat ini.
"Yang berdasarkan hasil diskusi perkembangannya sangat bagus," kata Dasco.
Di sisi lain, sentimen eksternal juga relatif lebih kondusif dibandingkan saat gelombang sell off sebelumnya. Rupiah memang masih berada di sekitar Rp18.160 per dolar AS, tetapi pelemahannya mulai terbatas. Kondisi ini sedikit meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan lanjutan di pasar keuangan domestik.
(fsd/fsd)
Addsource on Google
Saksikan video di bawah ini: