0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Inflasi Keuangan Spesial

    Breaking News! Indonesia Alami Inflasi 0,28 Persen pada Mei 2026 - Info Bank News

    3 min read

     

    Breaking News! Indonesia Alami Inflasi 0,28 Persen pada Mei 2026

    Poin Penting

    • BPS mencatat inflasi Mei 2026 tercatat 0,28 persen (mtm), dengan inflasi tahunan 3,08 persen (yoy)
    • Kenaikan harga cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah menjadi pendorong utama inflasi Mei 2026
    • Maluku mencatat inflasi tertinggi 0,93 persen, sementara Gorontalo mengalami deflasi terdalam 0,96 persen.

    Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan (mtm) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 111,40 dari 111,09 pada April 2026. Sementara secara secara tahunan terjadi inflasi 3,08 persen year on year (yoy) dan 1,35 persen secara year to date (ytd).

    “Terjadi inflasi di Mei 2026 yang lebih tinggi dari pada inflasi April 2026,” ujar Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS dalam Rilis BPS, Selasa, 2 Juni 2026.

    Pada kelompok pengeluaran, kata Pudji, penyumbang inflasi terbesar pada Mei 2026 terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 0,39 persen atau memberikan andil 0,12 persen terhadap inflasi.

    Baca juga: SBY Beberkan Resep Indonesia Keluar dari Krisis Keuangan Global 2008

    “Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yaitu cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen, minyak goreng dan bawang merah dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,04 persen, tomat dengan andil 0,03 persen, serta beras 0m02 persen,” jelasnya.

    Adapun komoditas lain yang memberikan andil inflasi adalah bahan bakar rumah tangga dengan andil terhadap inflasi 0,03 persen, serta bensin dan tarif angkutan udara masing-maisng 0,02 persen.

    “Selain itu, terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi pada Mei 2026 antara lain, daging ayam ras dengan andil deflasi 0,06 persen, emas/perhiasan 0,06 persen, telur ayam ras dengan andil deflasi 0,05persen,” imbuhnya.

    Secara rinci, pada Mei 2026 terjadi inflasi pada seluruh komponen. Meski demikian, inflasi 0,28 persen utamanya didorong oleh inflasi komponen inti.

    Secara rinci, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil inflasi sebesar 0,14 persen.

    “Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah minyak goreng, telpon seluler, laptop/notebook, pelumas/oli mesin, nasi dengan lauk, telepon seluler, pemeliharaan/service,” tandasnya.

    Selanjutnya, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,52 persen, yang memberikan andil inflasi sebesar 0,10 persen.

    Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesim (SKM) dan solar.

    Sementara, untuk komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil sebesar 0,04 persen.

    Baca juga: Kadin: Surplus Perdagangan Menguat, Investasi Mulai Menyebar ke Daerah

    Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi komponen harga bergejolak adalah cabai merah, bawang merah, tomat, beras dan sawi hijau.

    Pudji menyebutkan, sebaran inflasi bulanan menurut wilayah, yakni 31 provinsi mengalami inflasi dan 7 provinsi mengalami deflasi.

    “Infasi tertinggi terjadi di Maluku sebesar 0,93 persen, sementara deflasi terdalam terjadi di Gorontalo sebesar -0,96 persen,” pungkasnya. (*)

    Editor: Galih Pratama

    Komentar
    Additional JS