Daftar 9 Daerah yang Terdeteksi Tsunami Usai Gempa Besar 7,7 SR Guncang Sulut Senin 8 Juni 2026 Pagi - Tribunnews
Daftar 9 Daerah yang Terdeteksi Tsunami Usai Gempa Besar 7,7 SR Guncang Sulut Senin 8 Juni 2026 Pagi
Ringkasan Berita:
- Gempa M 7,7 mengguncang wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026) pagi dan memicu peringatan dini tsunami.
- Tsunami terdeteksi di 9 daerah, termasuk Bitung, Tahuna, Melonguane, Talengan, dan Ternate.
- Gelombang tertinggi mencapai 0,75 meter di Talengan, Sangihe, masyarakat diminta mengikuti arahan BMKG dan BPBD.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi terkait gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (8/6/2026).
Gempa yang terjadi pukul 06.37.42 WIB atau 07.37.42 Wita itu berpusat di koordinat 5,79 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur dengan kedalaman 47 kilometer.
BMKG menyatakan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami dan berdasarkan hasil pengamatan muka air laut, gelombang tsunami telah terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara.
Data pemutakhiran BMKG menunjukkan ketinggian tsunami tertinggi terpantau di Talengan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut mencapai 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB.
Selain Talengan, tsunami juga terdeteksi di beberapa wilayah lainnya, yakni:
1. Paleleh, Sulawesi Tengah: 0,45 meter
2. Melonguane, Kepulauan Talaud: 0,32 meter
3. Tanjung Sidupa: 0,32 meter
4. Tahuna, Kepulauan Sangihe: 0,30 meter
5. Bitung: 0,29 meter
6. Ulusiau, Kabupaten Sitaro: 0,18 meter
7. Ternate, Maluku Utara: 0,14 meter
8. Loloda, Halmahera Barat: 0,09 meter
BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah daerah di Sulawesi Utara dengan status Siaga, antara lain Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kota Manado, Kota Bitung, Kepulauan Sitaro, Minahasa Utara, Minahasa, Minahasa Selatan bagian utara, serta Bolaang Mongondow bagian utara.
Dikutip Tribunmanado.co.id, Senin 8 Juni 2026 pukul 10:50 Wita di laman BMKG, selain Sulawesi Utara, status Siaga juga diberikan untuk wilayah Gorontalo bagian utara, Kabupaten Buol, Tolitoli, Donggala bagian utara, Kota Ternate, hingga wilayah barat Kota Palu.
Sementara sejumlah daerah lain berstatus Waspada, termasuk Halmahera, Halmahera Utara, Kota Tidore, Bone Bolango, Kutai Timur, Berau, Bulungan, Nunukan, Bontang, Tarakan, serta beberapa wilayah Sulawesi Utara bagian selatan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti arahan resmi dari BMKG, BPBD, BNPB, pemerintah daerah, serta tidak mendekati kawasan pantai hingga ada pernyataan resmi bahwa ancaman tsunami telah berakhir.
BMKG menyarankan pemerintah daerah yang berada pada status Siaga diharapkan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi, sedangkan daerah berstatus Waspada diminta menjauh dari pantai dan tepian sungai.
2 Kali Gempa Potensi Tsunami, Warga Karangria Manado Sempat Cemas, Siaga Pantau Permukaan Laut
Gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Sulawesi Utara pada Senin 8 Juni 2026 pagi sekitar pukul 07.37 WITA membuat warga yang tinggal di pesisir Manado cemas.
Gempa susulan yang mengguncang sejam kemudian membuat warga tambah cemas.
Yunita Rogahang, warga Karangria Manado mengungkapkan, saat gempa mereka baru siap-siap membuka kios makanan.
"Kaget bukan main. Langsung stop dan lari keluar," kata Yunita.
Anci Ara, nenek 86 tahun mengatakan, ia langsung mematikan kompor saat tengah memasak.
"Saya langsung keluar. Takut sekali karena kuat sekali goyangannya," kata Nenek Anci.
Yunita mengungkapkan, sebagian besar warga langsung keluar dari rumah dan menuju pantai.
"Torang kurang lia-lia pante. Tako jangan dia tsunami. Pikir mo lari ka mana kalo tsunami," kata perempuan yang sehari-hari berjualan makanan, kopi dll di Pantai Karangria.
Kata Nenek Anci, warga yang baru kembali beraktivitas sempat dijutkan dengan gempa susulan sekitar sejam kemudian dari gempa pertama.
"Torang keluar rumah lagi. Masih tunggu lama lagi. Tapi syukur sonda ada tanah goyang lagi," kata Nenek Anci lagi.
Ini yang Dilakukan Basarnas Sulut Saat Ini
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado berkoordinasi dengan sejumlah BPBD di wilayah Sulawesi Utara, antara lain Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna), dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Hasil pemantauan sementara menunjukkan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dan masyarakat melakukan evakuasi mandiri.
Hingga saat ini situasi dilaporkan aman dan terkendali. Belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan material akibat gempa tersebut.
Basarnas Sulut bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan perkembangan situasi pascagempa. Informasi lebih lanjut akan disampaikan apabila terdapat perkembangan baru di lapangan. (Ind/ndo/fer)
Baca Berita Lainnya di: Google News
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya