Dosen Fakultas Kesehatan UPRI Edukasi Remaja soal Deteksi Dini TBC Lewat Komik dan Permainan - Jurnal Post

Makassar, JurnalPost.com – Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) melaksanakan edukasi kesehatan tentang Tuberkulosis (TBC). Kegiatan ini dikemas secara inovatif melalui komik berbahasa daerah Makassar dan permainan edukatif.
Kegiatan bertajuk “Pendampingan Peer Educator untuk Meningkatkan Literasi Remaja Terkait Deteksi Dini TBC Berbasis Komik Berbahasa Daerah dan Permainan Edukatif Sahabat TBC” itu digelar di Cafe Squid, Makassar, Sabtu-Minggu, 20-21 Juni 2026.
Sebanyak 15 peserta dari Mitra Laboran Mengabdi Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. Program ini merupakan bagian dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Ketua Tim PKM, Sri Rezkiani Kas, S.KM., M.Kes., mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi remaja mengenai pencegahan, deteksi dini, hingga pengobatan TBC. Menurutnya, edukasi kesehatan perlu dikemas dengan cara yang menarik agar lebih mudah diterima masyarakat.
“Kami menghadirkan media pembelajaran yang lebih menarik melalui komik berbahasa daerah dan permainan edukatif. Dengan begitu, informasi mengenai Tuberkulosis dapat disampaikan secara lebih efektif, interaktif, dan mudah diingat oleh peserta,” ujar Sri Rezkiani.
Dalam kegiatan tersebut, tim PKM memperkenalkan komik edukatif berjudul “Pammase’na TBC: Kisah Anak Lorong”. Komik ini mengangkat cerita keseharian remaja dengan bahasa daerah Makassar.
Melalui cerita dalam komik, peserta diajak mengenali gejala TBC sejak dini, memahami pentingnya pemeriksaan ke fasilitas kesehatan, serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan.
Selain komik, peserta juga mengikuti permainan “Ular Tangga Sahabat TBC”. Permainan ini dirancang sebagai media belajar sambil bermain. Setiap kotak dalam permainan berisi informasi atau pernyataan seputar TBC yang harus dijawab benar atau salah oleh peserta.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta terlihat antusias mengikuti diskusi, tanya jawab, hingga praktik edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai pengertian TBC, penyebab penyakit, cara penularan, gejala utama, pentingnya deteksi dini, kepatuhan minum obat hingga tuntas, serta langkah pencegahan penularan di rumah maupun lingkungan sekitar.
Tim PKM juga melaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat efektivitas media komik dan permainan edukatif dalam meningkatkan pemahaman peserta.
Ketua Laboran Mengabdi Indonesia mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai metode edukasi yang digunakan tim Fakultas Kesehatan UPRI mampu membuat peserta lebih mudah memahami materi kesehatan.
“Kami mengapresiasi kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari tim Fakultas Kesehatan Universitas Pejuang Republik Indonesia. Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami karena dikemas melalui komik berbahasa daerah dan permainan edukatif,” ujarnya.
Ia berharap pendekatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini TBC.
Salah seorang peserta juga mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan. Menurutnya, penggunaan komik dan permainan membuat materi TBC lebih mudah dipahami.
“Selama ini saya hanya mengetahui bahwa TBC adalah penyakit batuk biasa. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya memahami bahwa TBC dapat disembuhkan jika terdeteksi sejak dini dan pengobatannya dijalani sampai tuntas,” ungkap peserta tersebut.
Kegiatan ini turut didukung oleh anggota tim PKM, yakni Dr. Yermi, S.KM., S.Kep., M.Kes., dan Dr. Muhammad Harliawan, S.Pd., M.Pd. Keduanya berperan dalam penyusunan materi, pengembangan media edukasi, pendampingan peserta, hingga evaluasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, media edukasi yang dikembangkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh sekolah, komunitas, organisasi masyarakat, maupun tenaga kesehatan.
Penggunaan komik berbahasa daerah dan permainan edukatif juga diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat mengenai TBC, mengurangi stigma terhadap penderita, serta mendukung upaya percepatan eliminasi TBC di Indonesia.
Program PKM ini menjadi salah satu bentuk inovasi promosi kesehatan berbasis budaya lokal. Selain mudah dipahami, pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian TBC.