Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Irlandia Israel Spesial

    Ejek Aktivis dan Dukung Penghapusan Palestina, 2 Menteri Israel Dilarang Masuk Irlandia - Kompas

    5 min read

      


    DUBLIN, KOMPAS.com - Irlandia pada Jumat (5/6/2026) mengumumkan larangan masuk terhadap dua menteri Israel, yakni Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich. 

    Kementerian Kehakiman Irlandia menyatakan, Menteri Kehakiman Jim O’Callaghan telah menginstruksikan petugas imigrasi untuk menolak masuk Ben Gvir dan Smotrich apabila keduanya berupaya memasuki wilayah Irlandia.

    “Telah menginstruksikan petugas imigrasi untuk menolak masuk Itamar Ben Gvir — Menteri Keamanan Nasional Israel, dan Bezalel Smotrich — Menteri Keuangan Israel — apabila mereka berupaya memasuki negara ini,” demikian pernyataan Kementerian Kehakiman Irlandia yang dikirim kepada AFP.

    Baca juga: Pentagon Siaga Tinggi, Intel Israel Makin Sering Sadap Pejabat Senior AS

    Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin mengatakan, keputusan tersebut berkaitan dengan tindakan kedua menteri Israel, termasuk sikap mereka terhadap aktivis pro-Palestina yang tergabung dalam armada bantuan menuju Gaza bulan lalu.

    Hasil Yordania Vs Argentina 1-3: Lionel Messi Cetak Gol dan Rekor Lagi

    Diketahui, Ben Gvir menuai kecaman setelah membagikan video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis yang ditahan tentara Israel. Dalam video itu, para aktivis terlihat berlutut di lantai dengan mata tertutup dan tangan terikat.

    Selain itu, kedua menteri tersebut secara konsisten mendukung penghapusan warga Palestina dari tanah mereka.

    Baca juga: Hasil Yordania Vs Argentina 1-3: Lionel Messi Cetak Gol dan Rekor Lagi

    Ben Gvir dan Smotrich dalam Pemerintahan Netanyahu

    Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dilarang masuk Irlandia.

    Lihat Foto

    Ben Gvir menjadi menteri pada 2022 setelah berkoalisi dengan Partai Zionis Religius sayap kanan pimpinan Smotrich, yang saat itu menempati posisi ketiga dalam pemilu legislatif Israel.

    Keduanya kini menjadi pilar utama dalam pemerintahan koalisi sayap kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Smotrich, yang tinggal di permukiman Israel di wilayah pendudukan yang dianggap ilegal oleh hukum internasional, dikenal sebagai pendukung pencaplokan Tepi Barat. 

    Ia juga pernah menyatakan harapan untuk “membunuh gagasan” tentang negara Palestina.

    Baca juga: Pernah Direbut Salahuddin, Mengapa Israel Mati-matian Duduki Benteng Beaufort?

    Sementara itu, Ben Gvir dan Smotrich berulang kali menyerukan agar Israel mencaplok wilayah Palestina dan mendorong warga Palestina keluar dari Gaza, yang memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia serta sejumlah pemerintah asing.

    Desakan sanksi Uni Eropa

    Martin mengatakan, larangan masuk ke Irlandia terhadap kedua menteri Israel seharusnya diikuti langkah lebih luas di tingkat Uni Eropa.

    “Menurut saya, perilaku mereka membenarkan sanksi di tingkat Uni Eropa juga, dan itu adalah sesuatu yang akan kami angkat. Apakah kami bisa mendapatkan dukungan yang cukup di seluruh Uni Eropa adalah persoalan yang berbeda,” ujar Martin, dikutip oleh penyiar Irlandia RTE.

    Baca juga: Restoran Sederhana di Australia Resmi Buka, Lauk Ludes Diserbu Pelanggan

    Ben Gvir dan Smotrich sebelumnya juga menghadapi larangan masuk dari beberapa negara Eropa lain. Inggris melarang keduanya masuk pada 2025, sementara Spanyol dan Slovenia juga mengambil langkah serupa. Perancis bulan lalu memberlakukan larangan masuk terhadap Ben Gvir.

    Adapun Irlandia menjadi salah satu negara Eropa yang paling vokal mengkritik serangan Israel ke Gaza setelah serangan Hamas pada Oktober 2023.

    Pada 2024, Irlandia secara resmi mengakui negara Palestina. Tak lama setelah itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar memerintahkan penutupan kedutaan Israel di Dublin.

    Baca juga: Bayi 7 Bulan Meninggal Ditembak Pasukan Israel, Sang Ibu Terluka

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Peringatan Terbaru Iran untuk AS, Siap Respons Tegas jika Kesepakatan Dilanggar

    Komentar
    Additional JS