Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kasus Lintas Peristiwa Spesial

    Ibu & Anaknya yang Masih Kecil Diduga Korban Salah Sasaran, Terluka Bakar Usai Dilempar Bom Molotov

    5 min read

     


    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Orang Tak Dikenal (OTK) melempar bom molotov ke arah warga yang sedang berkumpul di Gang Mandiri, KojaJakarta Utara
    • Bom molotov itu sempat mengenai seorang ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor bersama anaknya yang masih kecil. 
    • Akibatnya anak dan ibu tersebut mengalami luka bakar.


    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi teror bom molotov terjadi di Rawa Badak Selatan, KojaJakarta Utara, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 08.24 WIB.

    Bom Molotov adalah senjata pembakar sederhana yang biasanya terdiri dari wadah berisi cairan mudah terbakar dengan sumbu yang dinyalakan sebelum dilempar.

    Saat pecah, cairan yang terbakar dapat menyebarkan api dan menyebabkan kebakaran serta cedera serius.

    Baca juga: Pengakuan ANH Datang ke Senayan Ikut Demo Sambil Bawa Bom Molotov, Turun Aksi setelah Lihat Flyer

    Orang Tak Dikenal (OTK) melempar bom molotov ke arah warga yang sedang berkumpul di Gang Mandiri. 

    Bom molotov yang dilempar OTK tersebut sempat mengenai seorang ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor bersama anaknya yang masih kecil. 

    Akibatnya anak dan ibu tersebut mengalami luka bakar.

    "Yang naik motor ibu-ibu sama anak kecil, itu salah sasaran bukan dia sasarannya. Kejadian kemarin," kata salah seorang warga, Sandjaya saat dikonfirmasi Tribun melalui pesan singkat Instagram, Selasa (23/6/2026).

    Meurut Sandjaya usai melempar bom molotov, OTK langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. 

    Warga sempat mengejarnya namun pelaku berhasil lolos.

    "Kabur orang yang lempar molotov pakai motor," katanya.

    Akan tetapi warga sudah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

    "Warga sudah lapor (polisi)," katanya.

    Rumah Kades Dilempari Bom Molotov

    Di lokasi terpisah, rumah pribadi Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf mendapat teror bom molotov, Kamis (23/4/2026) dini hari sekitar pukul 04.10 WIB.

    Akibat teror yang dilakukan orang tak dikenal tersebut, satu unit mobil Honda Civic Turbo yang terparkir di garasi rumah Hoho Alkaf hangus terbakar.

    Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, orang tak dikenal melempar cairan diduga tiner sebelum akhirnya melemparkan api ke arah kendaraan.

    Pelaku diketahui berjumlah satu orang.

    "Apinya langsung besar karena mobil sudah dilumuri tiner. Saya sempat lihat CCTV, tak lama kemudian terdengar suara ledakan kecil dan api sudah membumbung tinggi sampai ke atap garasi," jelasnya.

    Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda listrik melalui gang di samping rumah Kades Hoho.

    Hoho sempat berusaha mengejar. Tetapi akhirnya ia memilih mengutamakan keselamatan istri dan anaknya yang masih tertidur di dalam rumah.

    Api baru bisa dipadamkan secara manual oleh Hoho dan istrinya menggunakan peralatan seadanya sebelum warga berdatangan setelah waktu subuh.

    Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Sugeng Tugino mengatakan Hoho Alkaf baru mengetahui peristiwa tersebut setelah keluar dari rumah dan melihat adanya asap mengepul di garasi. 

    Saat itu, Hoho Alkaf langsung berteriak kepada istrinya. "Mobilmu kebakaran".

    Selanjutnya, Hoho meminta pertolongan kepada tetangga. 

    Warga sekitar pun keluar dan membantu memadamkan api.

    Beruntung, api tidak sempat membakar kendaraan secara keseluruhan dan berhasil segera dipadamkan.

    Menindaklanjuti kejadian tersebut, Hoho melaporkan peristiwa itu ke Polsek Mandiraja.

    Laporan kemudian diteruskan ke piket Reskrim Polres Banjarnegara, yang selanjutnya menghubungi jajaran terkait.

    Pihak Satreskrim Polres Banjarnegara kemudian mendatangkan tim Inafis bersama piket Reskrim dan SPKT untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

    Komentar
    Additional JS