KDMP dinilai belum mengubah peta kompetisi ritel modern secara signifikan

JERNIH-Pembukaan puluhan ribu unit Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Indonesia yang digagas dan didukung anggaran negara, direspon positif  oleh PT Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten ritel pemilik gerai Alfamart dan Alfamidi.

Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menyebut pihaknya menyambut baik kehadiran Kopdes Merah Putih, unit bisnis yang digagas dan didukung anggaran negara itu.

“Dari perspektif industri, setiap pelaku usaha memiliki model bisnis, segmentasi dan target pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Tomin, beberapa waktu lalu.

Menurut Tomin kehadiran Kopdes Merah Putih tidak berdampak material terhadap kinerja operasi perusahaan termasuk kemungkinan penutupan gerai.

“Sejalan dengan hal tersebut, tidak terdapat penutupan gerai yang diakibatkan oleh keberadaan KDMP,” kata Tomin.

Tomin bahkan menyebut, untuk jangka panjang persaingan industri ritel akan lebih banyak ditentukan oleh kemampuan memberi layanan terbaik kepada pelanggan. Untuk itu pihak AMRT optimis dengan peluang pertumbuhan dan ekspansi di berbagai wilayah potensial.

“Khususnya di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal,” imbuh Tomin.

Bahkan dalam catatan IDNFinancials.com, AMRT memilih tetap optimis pada rencana ekspansi pada 2026. Untuk ekspansi itu AMRT menyiapkan modal sekitar 500 miliar.

Hingga akhir tahun ini AMRT menargetkan pembukaan 800 gerai baru dengan rincian sebanyak 500 gerai akan dikelola langsung dan 300 lainnya dikembangkan lewat secara waralaba. Dengan anggaran belanja modal yang bersumber dari kas internal,

Sistem Informasi Manajemen Kopdes Merah Putih mencatat, saat ini jumlah koperasi yang telah dibentuk mencapai 83.376 entitas, namun hanya 11.824 unit Kopdes Merah Putih yang telah menyelesaikan pembangunan gerai fisik. Sebanyak 23.378 unit masih dalam proses membangun gerai, serta 38.029 unit belum menyelesaikan pengajuan lahan.

KDMP dinilai belum mengubah peta kompetisi ritel modern secara signifikan, karena MPPA memiliki format layanan seperti supermarket dan hypermarket, serta ekosistem ritel pendukung yang menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda bagi konsumen. (tvl)

Photo of Titik Valentine