0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Badan Gizi Nasional Featured Makan Bergizi Gratis Nanik S Deyang Spesial

    Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Mau Moratorium Dapur MBG Baru untuk Efisiensi - Kompas

    3 min read

     

    Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Mau Moratorium Dapur MBG Baru untuk Efisiensi

    JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru, Nanik S Deyang, mengatakan pihaknya bakal menambah efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Adapun anggaran program MBG pada tahun 2026 sebelumnya Rp 335 triliun kemudian dipangkas menjadi Rp 268 triliun karena pemerintah tengah berhemat atau menerapkan efisiensi.

    “Sekarang sudah dipotong tinggal Rp 268 (triliun), kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

    Untuk bisa menekan anggaran MBG, Nanik telah merumuskan sejumlah strategi seperti, moratorium dapur titik baru dan penentuan kembali penerima MBG.

    Skandal Korupsi MBG: Kronologi dan Praktik Dosa Dadan dalam Program Mewah Prabowo

    Baca juga: Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala BGN, Nanik: Mohon Koreksi kalau Kami Salah

    Kemudian, membenahi dapur yang sudah beroperasi agar sesuai standar, pelatihan sumber daya manusia (SDM), dan mewujudkan MBG di kawasan terpencil tanpa menambah beban keuangan negara.

    “Dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN,” ujar Nanik.

    Mantan jurnalis itu menyebut, saat ini sudah terdapat lebih dari 27.000 unit dapur MBG yang beroperasi.

    BGN, kata dia, saat ini fokus membenahi puluhan ribu dapur tersebut dan memastikan jumlah dapur di setiap daerah tidak berlebihan.

    “Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, enam saja. Jadi moratorium,” ujar Nanik.

    Namun, jika melihat dapur MBG di suatu daerah masih kurang BGN akan membuka pendaftaran dapur baru.

    BGN saat ini fokus memperbaiki dan meningkatkan kualitas dapur yang sudah beroperasi dan memperhatikan MBG di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

    “Jujur sekarang yang numpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu,” tutur Nanik.

    Baca juga: Perkenalkan Diri sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang: Saya Sarjana Biologi

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

    Beberapa waktu setelah pencopotan tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan ketiganya atas dugaan korupsi mark up anggaran hingga berafiliasi dengan yayasan mitra MBG.

    Prabowo lalu mengangkat Nanik yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN menjadi Kepala BGN baru.

    Sementara, dua posisi lainnya diisi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Kisah Kejatuhan Tiga Petinggi BGN di Pusaran MBG

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS