Jalur Mandiri Prestasi Unesa 2026 Dibuka, Talenta Seni, Olahraga, dan Keagamaan Disaring Lewat Seleksi Tatap Muka - Radar Surabaya
Jalur Mandiri Prestasi Unesa 2026 Dibuka, Talenta Seni, Olahraga, dan Keagamaan Disaring Lewat Seleksi Tatap Muka
RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali membuka peluang bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui Jalur Mandiri Prestasi Unesa 2026.
Jalur ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang seni, olahraga, maupun keagamaan.
Proses seleksi dilakukan melalui wawancara tatap muka yang dipusatkan di Kampus Unesa II Lidah Wetan.
Khusus untuk Jalur Mandiri Prestasi Seni, seleksi berlangsung di Gedung T14 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa.
Program ini menjadi salah satu skema penerimaan mahasiswa baru Unesa yang memberikan kesempatan kepada siswa bertalenta untuk mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik secara lebih terarah.
Koordinator Program Studi S-1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Unesa sekaligus pewawancara seleksi, Marsudi, mengatakan bahwa Jalur Mandiri Prestasi Seni dirancang
khusus untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki pengalaman, kemampuan, dan pencapaian di bidang seni maupun desain.
Menurutnya, seleksi jalur prestasi memiliki karakteristik berbeda dibandingkan jalur penerimaan lainnya karena lebih menitikberatkan pada kemampuan artistik dan kreativitas peserta.
“Jalur ini berbeda dengan jalur prestasi lainnya karena fokus utamanya pada kemampuan artistik dan kreativitas peserta.
Melalui seleksi ini, kami berupaya menghadirkan ruang bagi talenta seni untuk terus berkembang dalam lingkungan akademik,” ujarnya, Selasa (9/6).
Prestasi dan Komitmen Jadi Penilaian Utama
Dalam proses seleksi mahasiswa baru Unesa, tim penilai menggunakan dua aspek utama, yakni prestasi dan komitmen peserta.
Marsudi menjelaskan bahwa tim tidak hanya memeriksa keaslian sertifikat atau dokumen pendukung, tetapi juga mendalami pengalaman peserta di bidang seni, tingkat kompetisi yang pernah diikuti, hingga kontribusi mereka dalam meraih prestasi tersebut.
“Wawancara menjadi tahap penting untuk memahami kompetensi peserta secara lebih mendalam.
Kami dapat mengetahui tingkat prestasi yang dicapai, apakah di tingkat lokal, provinsi, nasional, atau internasional, serta melihat sejauh mana peran peserta dalam pencapaian tersebut,” katanya.
Sebagai bentuk verifikasi tambahan, peserta juga diminta menunjukkan kemampuan secara langsung sesuai bidang yang ditekuni.
Penampilan tersebut dapat berupa tari, musik, vokal, menggambar, hingga presentasi karya desain.
Selain prestasi, komitmen peserta untuk terus berkembang selama menjalani pendidikan di Unesa juga menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi.
“Jalur prestasi seni ini merupakan bentuk apresiasi bagi siswa yang memiliki dedikasi tinggi di bidang seni dan desain.
Cakupannya sangat luas, mulai dari seni tari, musik, paduan suara, seni rupa, kriya, hingga bidang desain seperti animasi, film, dan desain komunikasi visual,” tambah Marsudi.
Peserta Tampilkan Kemampuan Terbaik
Salah satu peserta seleksi, Magdalena asal Ponorogo, mengikuti Jalur Mandiri Prestasi Seni Unesa untuk mendaftar di Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik).
Ia memilih Unesa karena menilai kampus tersebut memiliki reputasi dan kualitas pendidikan yang baik di bidang seni.
Dalam sesi seleksi, Magdalena menampilkan tari Jaipong sebagai bentuk unjuk kemampuan.
Meski sempat merasa gugup, ia mengaku suasana seleksi yang kondusif membuatnya lebih tenang dan percaya diri.
“Awalnya deg-degan dan takut, tetapi setelah dijalani ternyata tidak semenakutkan yang saya bayangkan,” ungkapnya.
Magdalena berharap dapat diterima sebagai mahasiswa Unesa dan mengembangkan bakat seninya sekaligus ikut melestarikan budaya daerah.
“Saya ingin mengembangkan kemampuan tari saya di Unesa dan terus berjuang melestarikan tari daerah,” tuturnya.
Melalui Jalur Mandiri Prestasi, Unesa berharap dapat menjaring lebih banyak talenta unggul dari berbagai daerah untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam bidang seni, olahraga, maupun keagamaan di tingkat nasional maupun internasional.(rmt)