Kasus DBD Klaten Turun Drastis, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada - Media Indonesia
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten 2026 mengalami penurunan signifikan. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan langkah strategis untuk pencegahan penyebaran DBD, yaitu dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Kasus DBD di Klaten 2026 sampai minggu ke-21 tercatat 100 kasus dengan satu kematian, atau turun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 319 kasus dan tiga kematian,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi Media Indonesia, Rabu (24/6), Anggit mengingatkan meski kasus DBD tahun ini mengalami penurunan, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dengan meningkatkan kebersihan lingkungan dan gerakan serentak PSN.
Penurunan drastis kasus DBD di Klaten, diakui Kepala Dinas Kesehatan berkat kesadaran masyarakat dalam meningkatkan gerakan PSN. Selain itu, juga atas dukungan penuh dari juru pemantau jentik nyamuk (jumantik) di tingkat desa.
“Kerja keras seluruh pihak dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan PSN, serta percepatan penanganan medis menjadi kunci penurunan signifikan kasus DBD tahun ini di Kabupaten Klaten,” ujarnya.
Untuk antisipasi dan pencegahan penyebaran DBD, menurut Anggit, Dinas Kesehatan Klaten juga masih terus melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi di masyarakat tentang bahaya penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti. (H-3)