Kematian Mahasiswa S3 UB Malang di Sungai Clumprit Kota Batu Belum Terungkap, Tak Ada Saksi Mata - Tribunnews
Kematian Mahasiswa S3 UB Malang di Sungai Clumprit Kota Batu Belum Terungkap, Tak Ada Saksi Mata
Kematian Mahasiswa S3 UB Malang di Sungai Clumprit Kota Batu Belum Terungkap, Tak Ada Saksi Mata
Kematian Mahasiswa S3 UB Malang di Sungai Clumprit Kota Batu Belum Terungkap, Tak Ada Saksi Mata
Tayang:
ISTIMEWA
PENEMUAN MAYAT - Mahsiswa S3 sekaligus dosen UB Malang ditemukan meninggal dunia di Sungai Clumprit, Jalan Patimura Gang 5, Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (20/11/2025) lalu. Mayat pertama kali ditemukan oleh empat pemancing di sekitar lokasi.
Ringkasan Berita:
- Polres Batu belum berhasil mengungkap penyebab kematian mahasiswa S3 Universitas Brawijaya (UB) Malang
- Korban di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (20/11/2025)
- Polisi telah memeriksa sedikitnya 46 saksi, termasuk sejumlah saksi ahli dan menemukan barang milik korban di lokasi penemuan jasad
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Polres Batu belum dapat mengungkap penyebab kematian mahasiswa S3 Universitas Brawijaya (UB) Malang berinisial KHK yang ditemukan di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (20/11/2025).
Hampir tujuh bulan berlalu, kasus ini belum terpecahkan. Padahal pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya 46 saksi, termasuk sejumlah saksi ahli dan menemukan barang milik korban di lokasi penemuan jasad.
Tak hanya itu, dalam proses penyelidikan, polisi juga melakukan pengumpulan barang bukti hingga olah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polda Jatim.
Nyatanya, itu belum mampu mengungkap penyebab tewasnya mahasiswa Program Doktor Biologi UB Malang asal Kelurahan Sisir, Kota Batu itu.
Terkait kelanjutan kasus ini, Kasatreskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin yang baru dilantik menggantikan AKP Joko Suprianto itu mengatakan, ini menjadi salah satu tugas penting baginya di antara deretan kasus penemuan jasad lain di Wilayah hukum Polres Batu yang masih belum terungkap.
Zaenal Arifin mengatakan hambatan terbesar pihak kepolisian dalam proses penyelidikan kasus ini ialah belum ditemukannya saksi yang benar-benar melihat atau mengetahui secara pasti peristiwa tersebut.
Baca juga: Mahasiswa S3 UB Malang Ditemukan Meninggal di Sungai Clumprit Kota Batu, Polisi Periksa 27 Saksi
“Jadi sampai dengan saat ini kami masih berupaya mencari saksi yang benar-benar mengetahui atau melihat langsung kejadian tersebut."
"Keberadaan saksi seperti itu sangat penting untuk membantu mengungkap peristiwa ini secara lebih jelas,” kata AKP Zaenal Arifin, Kamis (11/6/2026).
Saat ini beberapa barang bukti milik korban telah ditemukan, termasuk sepeda motor milik korban.
Namun beberapa barang pribadi lainnya yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut masih belum ditemukan.
“Beberapa barang lain hingga saat ini masih terus kami lakukan penelusuran,” ujarnya.
Kini, meski penyebab kematian korban belum terungkap namun pihaknya memastikan akan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus ini hingga terang benderang.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini karena menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, jasad KHK pertama kali ditemukan oleh empat pemancing yang sedang asik mancing di sekitar lokasi penemuan mayat.
Awalnya, empat orang mencium bau busuk. Kemudian saat melakukan pengecekan di sekitar lokasi, keempatnya melihat kaki mayat tersebut dan akhirnya lari terbirit-birit untuk lapor ke perangkat desa.
Saat ditemukan kondisi mayat sudah membengkak dengan mengenakan kaos warna coklat dengan posisi tengkurap dicelah bebatuan.
Kemungkinan saat ditemukan korban sudah meninggal sekitar 3-4 hari.
Baca juga: Harga Pertamax Meroket Tinggi, Ibu-ibu di Kota Batu Lakukan Efisiensi Ketat, Kurangi Agenda Ngopi