0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Badan Gizi Nasional BEM UGM Berita Featured Spesial

    Ketua BEM UGM 2025 Soroti Kapasitas Kepala BGN yang Baru - Viva

    5 min read

     

    Ketua BEM UGM 2025 Soroti Kapasitas Kepala BGN yang Baru


    Kepala BGN, Nanik S Deyang

    VIVA –Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025, Tiyo Ardianto, menyoroti pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang menggantikan Dadan Hindayana. Sebagaimana diketahui, pekan lalu Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehari setelah dicopot dari jabatannya. 

    Baca Juga

    Dalam sebuah program di salah satu stasiun televisi nasional, Tiyo menyoroti kapasitas Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Menurutnya, pernyataan Nanik setelah dilantik yang berencana memberdayakan kantin sekolah menunjukkan langkah tersebut terlambat dilakukan, mengingat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan sekitar satu tahun.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Kepala BGN dicopot, pak Dadan dicopot diganti bu Nanik. Tapi kita lihat pidato pertama bu Nanik tidak ada satu point tranformasional yang disampaikan. Sudah 27 ribu SPPG dibangun baru kantin sekolah diberdayakan. Itu sudah terlambat luar biasa," kata dia dikutip dari tayangan YouTube, Minggu 7 Juni 2026.

    Baca Juga

    Selain itu, Tiyo juga menyinggung latar belakang Nanik yang sebelumnya berprofesi sebagai wartawan sebelum menjabat Wakil Kepala BGN dan kemudian ditunjuk sebagai Kepala BGN pekan lalu. Menurutnya, pengalaman yang dimiliki Nanik tidak memiliki keterkaitan langsung dengan jabatan yang kini diembannya.

    "Sebenarnya kita sudah dihadapkan pada situasi dimana syarat pejabat itu kan dua kompentensi dan moralitas. Tapi di zamannya pak Prabowo kompetensinya tidak ada moralitasnya tidak ada yang penting loyalitasnya. Bu Nanik itu kalau kita ngomong kompetensinya apa beliau adalah seorang wartawan kebetulan menjadi timses sempat punya masalah moral masalah bu Ratna Sarumpaet yang bikin kebohongan publik.Lalu loyal kepada pak Prabowo menjadi wakil kepala BGN lalu hari ini dipilih jadi kepala BGN," kata dia.

    Baca Juga

    Pernyataan Tiyo itu direspon oleh Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent yang juga hadir dalam acara tersebut. Dia kembali mempertanyakan statement Tiyo yang menurutnya menilai Nanik S Deyang tak berkompeten menjadi kepala BGN lantaran background pekerjaan Nanik sebelumnya. 

    "Jadi menurut mas wartawan tidak kompeten?," tanya Astrio. 

    "Apa hubungannya wartawan dengan pengelolaan gizi anak-anak mas Trio? Silahkan dijawab," tanya Mantan Ketua BEM UGM itu.

    Astrio kemudian menegaskan bahwa tidak perlu menjadi seorang ahli gizi untuk menjalankan program makan bergizi gratis ini. Menurutnya hal terpenting adalah bagaimana kinerja mereka dalam menjalankan program MBG ini agar tepat sasaran.

    "Nggak maksud mas kalau seorang wartawan tidak punya kompetensi?," tanya jubir Gerindra itu lagi.

    "Apa hubungannya wartawan dengan ahli gizi dengan badan gizi nasional?," tanya Tiyo lagi.

    "Maaf dengan segala hormat tidak perlu untuk menjalankan program BGN harus menjadi ahli gizi," jelas Astrio. 

    "Inilah wajah dari istana kita, bahwa kompetensi memang tidak diperlukan. Terima kasih konfirmasinya mas," sindir ketua BEM UGM 2025 ini, 

    "Bukan kompetensi tidak diperlukan mas, tidak perlu menjadi backgroundnya adalah seorang gizi. Yang diperlukan adalah bagaimana menjalankan program ini agar program ini tepat sasaran, memanage suplay and chain, mengelola tata kelolanya agar program ini dapat bermanfaat," jelas Astrio.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Tiyo menjelaskan bahwa pernyataan dari jubir Gerindra ini sudah bisa mempertegas pernyataannya sebelumnya.

    "Ya ini mengkonfirmasi pernyataan yang saya sampaikan bahwa kompetensi dan morality yang dibutuhkan adalah loyalitas, terima kasih," kata dia.

    Viral Motor Listrik Berlogo BGN

    Kejagung Bongkar Dugaan Markup Motor Listrik MBG, Nilainya Tembus Rp1 Triliun dan Seret Eks Kepala BGN

    Kejagung mengungkap dugaan markup pengadaan 21.801 motor listrik senilai Rp1 triliun dalam kasus korupsi MBG BGN. Eks Kepala BGN Dadan Hindayana jadi tersangka.

    img_title

    VIVA.co.id

    7 Juni 2026

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS