0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Koperasi Desa Merah Putih Spesial

    Koperasi Desa Merah Putih Bisa Hasilkan Energi Bersih? Ini Caranya! - Listrik Indonesia

    4 min read

     

    Koperasi Desa Merah Putih Bisa Hasilkan Energi Bersih? Ini Caranya!


    Koperasi Desa Merah Putih. (Dok: Istimewa)

    Listrik Indonesia | Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan mengungkapkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menjadi salah satu penggerak utama pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di tingkat desa. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, serta Direktur Utama PT PLN (Persero) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, dikutip pada Senin (08/06/2026).

    Menurut Rokhmat, jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di berbagai daerah dapat dimanfaatkan untuk membangun ekosistem EBT berbasis masyarakat. Ia menilai koperasi memiliki peluang untuk mengelola berbagai sumber energi terbarukan yang tersedia di lingkungan sekitar desa, mulai dari bioenergi, PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), hingga pemanfaatan sampah menjadi energi.

    "Kita punya Koperasi Merah Putih yang jumlahnya cukup banyak. Bagaimana memanfaatkan Koperasi Merah Putih ini dengan sebaik-baiknya untuk membangun ekosistem energi baru terbarukan," ujar Rokhmat.

    Salah satu potensi yang disorot adalah pemanfaatan minyak jelantah. Menurutnya, limbah minyak goreng rumah tangga yang selama ini sering dibuang dapat diolah menjadi bahan baku energi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus mendukung pengembangan EBT di tingkat desa.

    "Sebagai contoh, di desa-desa itu banyak minyak jelantah ya. Bagaimana minyak jelantah ini dirubah, manfaatnya menjadi untuk avtur," katanya.

    Selain minyak jelantah, Rokhmat juga melihat peluang besar pengembangan PLTS dan bioenergi melalui Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, koperasi dapat menjadi ujung tombak pembangunan energi baru terbarukan (EBT) karena memiliki jaringan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

    "Kemudian Koperasi Merah Putih juga bisa dimanfaatkan dalam pengembangan ekosistem bio-energi seperti PLTS, Bu. Kemudian kita rubah sampah-sampah ini, sampah-sampah ini kita rubah, bisa menjadi energi," ujarnya.

    Koperasi Desa Merah Putih Didorong Jadi Penggerak EBT dan PLTS di Desa

    Rokhmat menjelaskan bahwa pemanfaatan EBT melalui Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru di tingkat desa.

    Ia secara khusus mendorong sosialisasi pemanfaatan bioetanol melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk di berbagai wilayah. Menurutnya, pengembangan bioetanol, PLTS, dan berbagai program energi baru terbarukan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat kemandirian energi masyarakat desa.

    Legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat X yang meliputi Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran itu juga menyatakan dukungan terhadap kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan Koperasi Desa Merah Putih dalam mempercepat pengembangan EBT di Indonesia.

    "Jadi saya mengharapkan kolaborasi Dirjen Gatrik, PLN, dan Dirjen Energi Baru Terbarukan supaya menggandeng Koperasi Merah Putih. Kalau ibu butuh dukungan anggaran, kami Fraksi Partai Gerindra siap, karena energi adalah untuk masa depan bangsa dan negara, sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo," tegasnya.

    PLN Diminta Jaga Keandalan Infrastruktur Listrik

    Selain membahas pengembangan EBT, PLTS, dan peran Koperasi Desa Merah Putih, Rokhmat juga menyoroti pentingnya menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Ia meminta PT PLN (Persero) untuk memperhatikan kondisi gardu induk dan transformator yang telah beroperasi dalam jangka waktu lama.

    Menurutnya, langkah antisipatif diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama di wilayah dengan kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring berkembangnya pemanfaatan energi baru terbarukan.

    "Selanjutnya kepada Pak Dirut, PLN, kami berpesan, Pak hati-hati Jakarta ya Pak, jangan sampai terjadi masalah, terutama gardu induk yang usianya sudah tua-tua Pak. Kemudian trafo-trafo saya titip, dan terutama juga di dapil saya di Kuningan Ciamis Banjar Pangandaran," tutup Rokhmat.

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS