Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Featured Spesial

    Mengapa Orang yang Berselingkuh Sering Bertindak Aneh? Ini Penjelasan Psikolog - Kompas

    5 min read

     



    KOMPAS.com – Orang yang berselingkuh kerap dikaitkan dengan perubahan perilaku, seperti menjadi lebih tertutup, mudah tersinggung, hingga mendadak bersikap sangat perhatian kepada pasangan.

    Perubahan ini kemudian memunculkan anggapan bahwa pelaku perselingkuhan cenderung bertindak "aneh".

    Namun, benarkah demikian?

    Psikolog keluarga dr. Shirley Glass, menegaskan bahwa tidak ada satu pola perilaku yang dimiliki semua orang yang berselingkuh.

    Israel-Lebanon Tanda Tangani Kesepakatan, Apa Isinya?

    Menurut Glass, yang menjadi ciri utama perselingkuhan bukanlah perubahan sikap tertentu, melainkan adanya kerahasiaan yang melanggar komitmen dalam sebuah hubungan.

    "Perselingkuhan adalah keterlibatan seksual, romantis, atau emosional yang dilakukan secara diam-diam sehingga melanggar komitmen dalam hubungan eksklusif. ," kata Glass dalam wawancaranya dengan CBS News, dikutip Sabtu (27/6/2026).

    Ia juga menjelaskan bahwa unsur kerahasiaan inilah yang membedakan perselingkuhan dari sekadar hubungan pertemanan.

    Menyimpan rahasia dalam waktu lama dapat menimbulkan tekanan emosional yang akhirnya memengaruhi cara seseorang berperilaku. Berikut beberapa penjelasannya.

    Mengapa orang berselingkuh sering bertindak aneh?

    1. Menyembunyikan rahasia menguras energi mental

    Menjalani perselingkuhan bukan hanya tentang menjalin hubungan dengan orang lain, tetapi juga menjaga agar hubungan tersebut tidak diketahui pasangan.

    Artinya, seseorang harus terus mengingat kebohongan yang telah dibuat, menyusun alasan, hingga memastikan tidak ada bukti yang tertinggal.

    Proses ini membutuhkan upaya mental yang tidak sedikit.

    Dalam artikel Psychology Today, psikolog Dylan Selterman menjelaskan bahwa orang yang berselingkuh menggunakan berbagai strategi untuk menyembunyikan perselingkuhannya, mulai dari menghapus jejak digital, membatasi pertemuan dengan pasangan selingkuh, hingga berusaha bertingkah senormal mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan.

    Upaya tersebut menunjukkan bahwa menyembunyikan perselingkuhan membutuhkan usaha yang terus-menerus.

    Akibatnya, sebagian orang bisa tampak lebih cemas, mudah lelah secara emosional, atau menjadi lebih tertutup dibanding biasanya.

    Baca juga: 7 Faktor Seseorang Berselingkuh Menurut Psikolog, Komitmen Menurun

    2. Mengalami konflik batin

    Perubahan perilaku juga dapat dipengaruhi oleh konflik batin atau cognitive dissonance.

    Teori yang dikembangkan psikolog sosial Leon Festinger menjelaskan bahwa seseorang akan merasa tidak nyaman ketika tindakan yang dilakukan bertentangan dengan nilai yang diyakininya.

    Dalam konteks perselingkuhan, seseorang mungkin tetap memandang dirinya sebagai pasangan yang baik, tetapi di saat yang sama melakukan tindakan yang bertentangan dengan komitmen hubungan.

    Untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut, sebagian orang menjadi lebih defensif saat ditanya, sementara yang lain mencari pembenaran atas tindakannya, misalnya dengan menyalahkan pasangan atau menganggap hubungan yang dijalani sudah tidak membahagiakan.

    3. Rasa bersalah dapat mengubah sikap

    Selain konflik batin, rasa bersalah juga dapat memengaruhi cara seseorang memperlakukan pasangannya.

    Ada orang yang justru menjadi lebih perhatian, lebih sering memberi hadiah, atau lebih romantis sebagai bentuk kompensasi atas kesalahan yang dilakukan.

    Sebaliknya, ada pula yang memilih menjaga jarak secara emosional karena merasa malu atau takut rahasianya terbongkar.

    Menurut Glass, perselingkuhan sering kali berkembang dalam ruang yang penuh kerahasiaan.

    Ketika perhatian emosional mulai dialihkan kepada orang lain dan hubungan tersebut disembunyikan dari pasangan, tekanan psikologis pun dapat meningkat.

    4. Takut ketahuan membuat perilaku berubah

    Ketakutan bahwa perselingkuhan akan terungkap juga dapat memengaruhi perilaku sehari-hari.

    Mengutip dari Psychology Today, banyak orang yang berselingkuh berusaha keras agar aktivitas mereka tidak menimbulkan kecurigaan.

    Mereka bisa lebih protektif terhadap ponsel, menghapus pesan, mengubah kebiasaan, atau memberikan penjelasan yang berlebihan mengenai keberadaannya.

    Perubahan tersebut bukan semata-mata karena perselingkuhan itu sendiri, melainkan sebagai bagian dari usaha mempertahankan rahasia.

    Baca juga: Jangan Abaikan, 6 Gelagat yang Bisa Jadi Tanda Pasangan Selingkuh

    Bukan untuk menyimpulkan pasangan berselingkuh

    Perlu diingat, perubahan perilaku bukanlah bukti pasti bahwa seseorang berselingkuh.

    Sikap yang menjadi lebih tertutup, mudah marah, atau berubah juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti stres, tekanan pekerjaan, masalah kesehatan mental, maupun konflik pribadi.

    Karena itu, jika muncul kekhawatiran dalam hubungan, komunikasi yang terbuka dan jujur tetap menjadi langkah terbaik sebelum menarik kesimpulan.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS