Pemerintah Buat Prototype CNG 3 Kg, Diberi Nama Tabung Merah Putih - Kumpara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan impor tabung compressed natural gas (CNG) 3 kilogram (kg) yang diimpor dari China sudah datang dan mulai diuji coba.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, mengatakan sejauh ini terdapat 15 tabung yang diimpor China. Proyek tersebut dinamakan Tabung Merah Putih.
“Namanya tabung merah putih. Saat ini (impor) dari China saja. Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji, belasan lah mungkin sekitar 15 setara 3 kg,” ungkapnya saat ditemui di kompleks DPR RI, Senin (29/6).
Meskipun masih impor, Laode membuka peluang bahwa pengadaan tabung CNG 3 kg bisa dilakukan di dalam negeri dengan mengajak produsen tabung dari China berinvestasi.
"Ada peluang untuk itu (pengadaan domestik). Kalau jumlahnya masif kan kita punya bargaining untuk minta mereka (produsen tabung) bangun di sini, dan itu peluangnya besar," ujar Laode.
Laode menjelaskan bahwa tabung tersebut memiliki teknologi tipe 4, dengan material komposit yang jauh lebih ringan dari tipe sebelumnya. Dengan demikian, masyarakat tidak terbebani dengan beratnya bobot tabung.
Dengan demikian, dia memastikan tabung CNG tersebut disamakan pemanfaatan dan penggunaannya dengan LPG 3 kg. Pasalnya, CNG ini digadang-gadang menjadi pengganti LPG yang bergantung pada impor, karena pasokan gasnya bisa dipenuhi dari domestik.
“Material tabung ini sudah sampai ke tipe 4. Tipe 1 semua logam, tipe 2 sudah mulai ada campuran yang meringankan sampai dengan tipe 3 tapi masih berat. Oleh karena itu, kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa kok penggantinya (LPG) berat,” jelasnya.
Adapun uji cobanya sudah berlangsung hingga tahap ketiga, berupa uji tekanan dan keamanan baik dari sisi tabung maupun valve di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi atau Lemigas. Diharapkan uji coba ini selesai di bulan ini.
Selanjutnya, pengadaan tabung CNG 3 kg secara masif akan dilakukan oleh suatu badan usaha, sehingga pemerintah tidak menggelontorkan anggaran. Namun, Laode tidak menjelaskan dengan rinci terkait hal tersebut.
"Setelah uji yang 15 (tabung) tadi dievaluasi Insyaallah setelah itu kita bisa lanjutkan. Pengadaannya ada nanti, ada skema pengadaan. Jadi yang jelas pemerintah tidak mengeluarkan alokasi untuk hal tersebut," tutur Laode.
Sejauh ini, harga CNG 3 kg juga akan disamakan dengan LPG 3 kg. Walaupun harganya sama, tapi pemerintah bisa mendapatkan penghematan anggaran hingga 30 persen.
Untuk sementara ini, lanjut Laode, uji coba akan dilaksanakan bertahap di kota-kota besar di Pulau Jawa karena sudah memiliki infrastruktur pipa gas. Sebab, pasokan gas untuk CNG akan diprioritaskan melalui pipa transmisi.
"Kita prioritaskan dulu yang dari pipa. Makanya uji cobanya kan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar, di Pulau Jawa dulu yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak," tandas Laode.
Sebelumnya, Laode menjelaskan pilot project CNG tabung 3 kg akan dilakukan di kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang.
Namun sebelumnya, pemerintah akan menuntaskan proses pengujian untuk memastikan aspek keselamatan. Proses ini membutuhkan pasokan tabung yang akan dipenuhi dari impor dari China minimal 100 ribu unit.
"Kita sekarang fokus kepada proses pengujian. Proses ini butuh tabung yang real. Untuk bisa kita dapatkan tabung yang real, minimal kita harus pesan 100 ribu," ungkap Laode saat ditemui di IPA Convex ke-50, dikutip Kamis (21/5).
Importasi ini, lanjut Laode, akan dilaksanakan oleh badan usaha pelaksana, sehingga prosesnya yakni secara business to business (B2B). Namun, dia enggan menyebutkan nama badan usaha tersebut.