0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Arena Berita Bisnis Featured Piala Dunia Sepak bola Sepak bola Internasional Spesial

    Piala Dunia di AS Sepi, Hotel dan Maskapai Batal Ketiban Durian Runtuh - drtom

    4 min read

     

    Piala Dunia di AS Sepi, Hotel dan Maskapai Batal Ketiban Durian Runtuh


    Jakarta -

    Lonjakan perjalanan dan pariwisata yang selama ini diharapkan dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026 belum terlihat. Piala Dunia yang menjadi ajang olahraga terbesar tahun ini diselenggarakan di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

    Selama bertahun-tahun, turnamen tersebut diperkirakan menjadi durian runtuh bagi industri perjalanan AS. Namun, terjadi penurunan jumlah wisatawan internasional yang berkunjung ke AS, seiring munculnya kekhawatiran kelompok hak asasi manusia di negara tersebut.

    Gelombang suporter yang sebelumnya diharapkan membanjiri kota-kota tuan rumah tak kunjung terlihat. Kondisi itu memaksa banyak hotel menurunkan tarif kamar.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Pemesanan tiket pesawat ikut melemah setelah harga penerbangan melonjak tajam, sementara mahalnya tiket pertandingan semakin menekan minat penonton. Sejumlah analis industri menilai antusiasme terhadap turnamen kali ini juga lebih rendah dibandingkan Piala Dunia sebelumnya.

    Awal yang lesu ini menunjukkan pola bisnis Piala Dunia yang selama ini mengandalkan kedatangan suporter internasional dengan pengeluaran besar mulai kehilangan daya tarik. Tingginya biaya perjalanan, kendala visa, serta rumitnya mobilitas antarkota tuan rumah di tiga negara berbeda menjadi faktor penghambat.

    Wisatawan domestik AS pun belum mampu menutup kekurangan tersebut. Sepak bola masih kalah populer dibandingkan sejumlah olahraga lain di negara Paman Sam.

    "Secara keseluruhan ini mengecewakan. Tidak ada kata lain yang bisa saya gunakan," kata CEO Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani dikutip dari Reuters, Jumat (12/6/2026).

    Asosiasi tersebut memangkas proyeksi pendapatan hotel yang terkait dengan Piala Dunia hingga 60% menjadi sekitar US$60 juta.

    Permintaan Menit-menit Akhir Belum Muncul

    Menurut data Cirium, pemesanan penerbangan dari Eropa menuju sebagian besar kota tuan rumah untuk periode Juni-Juli turun rata-rata 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan Eropa sebenarnya sudah lebih dulu mengurangi perjalanan ke AS sejak tahun lalu.

    Penurunan paling tajam terjadi pada penerbangan menuju New York, kota penyelenggara partai final pada 19 Juli. Pemesanan dari Eropa ke kota tersebut anjlok 15,8%.

    FIFA sebelumnya memperkirakan 1,2 juta penggemar datang ke New York selama turnamen berlangsung. Namun Dandapani mengatakan asosiasinya kini hanya memperkirakan sekitar 500 ribu pengunjung.

    Meski demikian, ia mengaku mulai melihat sedikit peningkatan pemesanan dari suporter Inggris dan Norwegia dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dianggap sebagai sinyal positif.

    Hotel-hotel masih berharap terjadi lonjakan pemesanan pada menit-menit akhir setelah fase grup berakhir. Namun data awal belum menunjukkan tren tersebut. Menurut perusahaan analitik CoStar, rata-rata tingkat pemesanan hotel di seluruh kota tuan rumah hanya naik 0,5% dibandingkan tahun lalu.

    Dandapani mengatakan sejumlah hotel di New York bahkan menawarkan diskon besar. Salah satunya New York Hilton Midtown, hotel terbesar di kota tersebut, yang memangkas tarif kamar selama turnamen menjadi sekitar US$ 415 per malam, atau setengah dari tarif yang dipasarkan pada Desember lalu.

    Pada April, Hilton menyatakan masih melihat permintaan pemesanan yang kuat, terutama di New York. Sementara Marriott pada Mei mengatakan masih banyak pemesanan yang berpotensi masuk karena pertandingan-pertandingan pada fase akhir turnamen belum diketahui secara pasti.

    Saksikan Live DetikPagi :

    Halaman 2 dari 2

    (ily/ara)

    Komentar
    Additional JS