Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Arena Berita Featured Fisioterapi Spesial

    Prospek Fisioterapi Cerah, Indonesia Membutuhkan 26.000 Fisioterapis - Jawa Pos

    3 min read

     

    Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI), Parmono Dwi Putro. (istimewa)

    JawaPos.com - Indonesia masih menghadapi kekurangan sekitar 26.000 tenaga fisioterapis untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional.

    Jumlah tersebut menjadi tantangan besar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pemulihan gerak, rehabilitasi cedera, hingga penanganan berbagai gangguan fungsi tubuh akibat perubahan gaya hidup.

    Fisioterapi kini menjadi salah satu bidang kesehatan yang semakin dibutuhkan karena perannya tidak hanya membantu proses penyembuhan pasien, tapi juga menjaga kualitas hidup melalui pencegahan gangguan gerak sejak dini.

    Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI).Parmono Dwi Putro mengatakan, kebutuhan tenaga fisioterapis menjadi perhatian serius karena layanan kesehatan modern tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan semata, tapi juga mencakup pencegahan, pemulihan fungsi, dan peningkatan produktivitas masyarakat.

    Menurutnya, keberadaan fisioterapis di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas sangat penting agar masyarakat bisa mendapatkan akses layanan pemulihan gerak sejak awal.

    “Fisioterapis memiliki peran penting dalam menangani gangguan gerak mulai dari layanan kesehatan primer,” ujar Parmono.

    Kebutuhan besar terhadap tenaga fisioterapis juga berkaitan dengan regulasi yang mewajibkan keberadaan tenaga fisioterapi di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dengan jumlah Puskesmas di Indonesia yang mencapai lebih dari 12 ribu unit, pemenuhan tenaga profesional tersebut membutuhkan strategi jangka panjang.

    Persoalan ini menjadi salah satu pembahasan utama dalam Kongres Nasional (KONAS) IFI 2026 dan Temu Ilmiah Tahunan Fisioterapi Indonesia (TITAFI) XXXVIII yang digelar pada 11-13 Juni 2026 di Harris Hotel, Malang, Jawa Timur.

    Event Director TITAFI XXXVIII dan KONAS IFI 2026 Yohanes Deo menjelaskan, angka kekurangan tenaga fisioterapis tersebut mengacu pada kebutuhan layanan berdasarkan regulasi kesehatan dan pembiayaan yang berkaitan dengan pelayanan fisioterapi.

    “Secara regulasi saat ini sudah ada aturan berkaitan dengan penerimaan fisioterapis di Puskesmas. Puskesmas ada sekitar 12 ribuan di Indonesia, sehingga kebutuhan itu harus terpenuhi,” kata Yohanes.

    Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan puluhan ribu fisioterapis tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan masa transisi sekitar 10 hingga 15 tahun melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan kompetensi tenaga fisioterapi.

    Karena itu, IFI terus mendorong perguruan tinggi untuk mencetak lulusan fisioterapis yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dunia kesehatan saat ini.

    Selain mengejar jumlah tenaga profesional, pengembangan kualitas fisioterapi juga menjadi fokus utama. Dunia kesehatan kini bergerak menuju pelayanan berbasis bukti ilmiah atau evidence-based practice, sehingga metode penanganan pasien harus terus mengikuti perkembangan teknologi dan penelitian terbaru.

    Yohanes mengatakan TITAFI menjadi salah satu wadah untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus klinis para fisioterapis agar mampu menerapkan pendekatan modern dalam pelayanan pasien.

    “Pendekatan penanganan pasien tidak boleh lagi hanya menggunakan cara konvensional. Harus ada integrasi teknologi dan teknik-teknik terbaru berdasarkan perkembangan ilmu,” jelasnya.

    TITAFI XXXVIII sendiri diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa hingga wilayah seperti Banda Aceh, Sulawesi, dan Papua. Antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap perkembangan profesi fisioterapi di Indonesia.

    Dengan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan preventif dan rehabilitatif, profesi fisioterapi diprediksi memiliki prospek bagus di masa depan.

    Komentar
    Additional JS