Reaksi Istana, Kepala BGN Dadan Dijebloskan ke Penjara, Prabowo Ingatkan Mitra MBG - Tribunnews
Reaksi Istana, Kepala BGN Dadan Dijebloskan ke Penjara, Prabowo Ingatkan Mitra MBG
TRIBUN-MEDAN.com - Nasib Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dijebloskan ke dalam penjara.
Dadan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah resmi jadi tersangka.
Tidak hanya Dadan, dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya juga ikut ditahan.
Ketiganya terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.
Sebelumnya, Dadan bersama dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto, Selasa kemarin.

Tim Kejagung kemudian melakukan penggeldahan di kantor BGN.
Bagaimana respons istana?
Rekomendasi Untuk Anda
Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara terkait penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Agung, di kantor Badan Gizi Nasional (BGN).
Prasetyo meminta agar publik memberi kesempatan kepada aparat penegak hukum bekerja untuk kemudian nanti hasilnya diumumkan ke publik.
“Jadi kalau pertanyaannya tentang informasi yang beredar dari pagi hingga siang hari ini tentunya yang pertama-tama ya marilah kita beri kesempatan kepada aparat penegak hukum di dalam menjalankan tugasnya dan kemudian nanti kita bersama-sama kita lihat dan kita tunggu hasilnya,” kata Prasetyo, Rabu, (3/6/2026).
Menurut Prasetyo proses penggeledahan yang dilakukan aparat penegak hukum di kantor BGN merupakan bagian dari perbaikan tata kelola pemerintahan khususnya di lembaga yang menjalankan program MBG tersebut.
“Tentunya ini bagian dari proses untuk sekali lagi komitmen kita bersama-sama adalah untuk selalu berusaha memperbaiki tata kelola memperbaiki manajemen bagi semua pemerintahan, kementerian maupun lembaga,” katanya.
Prasetyo mengajak jajaran di kabinet merah putih untuk menjalankan tugas sebaik baiknya dan menghindari pelanggaran norma terutama norma hukum.
“Mari bagi kita semua bahwa di dalam menjalankan pemerintahan dan di dalam menjalankan tugas sehari-hari, untuk terus menghindarkan diri dari hal-hal Yang melanggar norma-norma, terutama norma-norma hukum,” pungkasnya.
Kejaksaan Agung RI menggeledah Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026).
Penyidik Kejagung melakukan penggeledahan sejak pukul 02.00 dini hari. Mereka datang menggunakan tiga kendaraan lalu langsung memarkirkan kendaraan di halaman Kantor BGN. Penggeledahan dilakukan di ruang pimpinan BGN.
Beberapa jam sebelum penggeledahan, Istana mengumumkan pencopotan sejumlah pimpinan BGN, diantaranya Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakil yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya.
Pencopotan disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, (2/6/2026).
Presiden lalu mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
Tampang Dadan Hindayana Diborgol dan Ditahan
Dadan Hindayana akhirnya keluar dari gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta pada Rabu (3/6/2026) sore.

Dari pantauan wartawan Tribunnews.com, terlihat Dadan keluar dengan didampingi sejumlah penyidik Kejangung.
Ia terlihat sudah mengenakan rompi tahanan berwarna pink keluar dari gedung.
Terlihat, kedua tangannya pun diborgol saat digiring penyidik.
Wajahnya pun tak terlihat ceria, ia nampak lesu sambil berjalan untuk masuk ke dalam mobil tahanan Kejaksaan Agung.
Selain, itu muncul dua orang lainnya yang juga mengenakan rompi tahanan berwarna pink dengan posisi tangan diborgol.
Orang pertama setelah Dadan yakni eks Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan langsung buru-buru dibawa masuk ke dalam mobil. Setelahnya disusul eks Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya.
Namun, Sonny yang sejatinya masuk ke dalam mobil yang sama sempat tertinggal karena kondisi yang tidak kondusif sehingga Sonny Sanjaya kembali dibawa masuk ke dalam gedung.
Raup Miliaran Rupiah Per Hari
Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan sejatinya, program MBG itu dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima
Namun pada pelaksanaannya, ternyata ditemukan banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN padahal tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.
"Tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka," kata Syarief dalam konferensi pers di Kantor Kejagung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Adapun sebagai imbalannya, kata Syarief, yayasan yang terafiliasi dengan para pelaku itu, menerima uang insentif hingga miliaran rupiah setiap harinya.
"Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS dan Saudara LP," tuturnya.
Akibat perbuatannya itu, Syarief mengatakan telah terjadi kerugian keuangan negara. Namun, kerugian negaranya masih dalam perhitungan.
Prabowo Ingatkan Mitra MBG
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tidak melanggar hukum.
Ia meminta mitra MBG untuk menjalankan program dengan baik.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition’ yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, (3/6/ 2026).
“Kalaupun saudara mitra yang brengsek tapi tidak mau ngaku, saya beri kesempatan, kembalilah ke jalan yang benar. Kembalilah ke jalan yang benar,” kata Prabowo.
Prabowo meminta mitra yang merasa melanggar hukum dan melakukan penyelewengan untuk segera mengakui kesalahan.
Karena kata Presiden apabila cepat mengakui kesalahan maka akan diberi kesempatan lagi.
Namun, apabila tidak maka akan ditindak.
“Saudara yang cepat-cepat lapor, ngaku, insyaallah selamat,” katanya.
Prabowo mengingatkan para mitra program untuk tidak mencoba mengakali pemerintah dengan melakukan penyelewengan. Karena aparat penegak hukum akan melakukan penindakan.
“Kalau saudara merasa saudara bisa lebih pinter dari NKRI, ya coba aja,” katanya.
Prabowo mengatakan dirinya akan memperkuat lembaga lembaga untuk mengawasi program MBG, termasuk lembaga penegak hukum. Sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Kepala BPKP, apa yang kau butuh kalau kau perlu tambahan personel? Berapa saja kau butuh, saya penuhi. Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu lapor, saya penuhi. Jaksa Agung! Berapa saja yang kau perlu, saya penuhi. Kalau perlu yang sekian T kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat Jaksa Agung ya. BPKP, KPK semua penegak hukum harus kita perkuat,” katanya.
Presiden mengatakan dirinya memperkuat lembaga penegak hukum agar tidak ada lagi yang menyelewengkan uang rakyat. Ia tidak ingin ada pihak pihak yang meremehkan pemerintah dengan melakukan pelanggaran.
“Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri! Saya tidak mau uang rakyat dicuri!,” katanya.
Presiden mengingatkan dirinya tidak akan pandang bulu dalam memberantas praktek praktek yang melanggar hukum.
Termasuk apabila pelanggaran dilakukan oleh orang yang sangat ia kenal.
“Dan tidak ada, tidak ada pengecualian. Saya katakan berat bagi saya waktu saya tanda tangan, berat. Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat,” pungkasnya.
Sempat Datangi Bareskrim, Marak Penipuan soal SPPG
Sebelum dicopot, wakil Ketua BGN Irjen (Purn) Sony Sonjaya mengungkap maraknya penipuan jual beli titik atau dapur SPPG yang terjadi di sejumlah daerah.

Baca juga: Agus Pambagio Sebut Pelanggaran, Kunker Prabowo Pakai Dana Pribadi, Kurban Pakai APBN Bukan Begitu
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakil yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya.
Pencopotan tiga pejabat tinggi BGN diumumkan pada Selasa (2/6/2026) kemarin.
Terbaru tim Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di kantor BGN di Jakarta, pada Rabu (3/6/2026).
Meski demikian, belum diketahui penggeledahan ini berkaitan dengan kasus apa.
"Penyidik pidsus (Jaksa Muda Bidang Tindak Pidana Khusus) Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN," kata Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana beserta 2 wakilnya dari jabatan mereka.
Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja kabinet selama hampir satu setengah tahun terakhir.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan langsung keputusan tersebut dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) malam.
"Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo Hadi.
Prasetyo pun merinci para pimpinan Badan Gizi Nasional terdahulu yang secara resmi diganti. Termasuk, tiga nama Wakil Kepala BGN.
"Yang pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Yang kedua, Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Yang ketiga, Saudara Soni Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.
Dijelaskan Prasetyo, pemerintah pun turut menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian para pejabat tersebut selama meletakkan fondasi awal lembaga baru ini.
"Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras, dedikasi selama ini di dalam membangun pondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," tambahnya.
Presiden Prabowo langsung menunjuk jajaran pimpinan baru untuk menakhodai Badan Gizi Nasional. Nama Nani S. Deyang ditunjuk untuk mengisi posisi tertinggi di lembaga tersebut.
"Untuk selanjutnya Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nani S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," jelas Mensesneg.
Posisi wakil kepala kini diisi oleh dua pejabat baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.
"Kemudian Saudari Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Dan Saudara Mayjen Eddy Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," sambung Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan bahwa perombakan ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan oleh Presiden Prabowo. Penilaian tersebut melibatkan masukan dari berbagai kementerian terkait, masyarakat, hingga para penerima manfaat langsung.
Prasetyo berharap jajaran pimpinan yang baru dilantik dapat segera bergerak cepat memetakan langkah taktis organisasi.
"Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi," pungkasnya.
Baca juga: Respons Dadan Hindayana Secara Mengejutkan Dicopot Prabowo dari Jabatan Kepala BGN
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Sumber: tribunnews.com
Baca juga: Legenda PSMS Legimin Rahardjo Bangga Putranya Masuk Skuat Timnas U-19, Siap Nonton Langsung
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan