0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bekasi Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    Semburan Air dan Gas di Bekasi Picu Kepanikan, Satu Warga Dirawat - Kompas

    5 min read

     

    Semburan Air dan Gas di Bekasi Picu Kepanikan, Satu Warga Dirawat



    BEKASI, KOMPAS.com – Semburan gas setinggi lebih dari satu meter menggegerkan warga Kampung Buni Baru, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026) sore.

    Akibat kejadian itu, satu warga dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis setelah menghirup gas yang keluar dari lokasi semburan.

    "Iya betul. Satu orang dirawat akibat menghirup bau gas itu. Saat ini masih ada di ruang rawat, tapi sudah membaik. Informasinya hari ini baru boleh pulang," ujar Kepala Desa Buni Bakti Sidi Sumardi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (8/6/2026).

    Baca juga: Semburan Air dan Gas Setinggi 5 Meter di Bekasi Dipicu Kebocoran Pipa

    Peristiwa yang terjadi di area persawahan dekat permukiman itu sempat memicu kepanikan warga karena disertai suara gemuruh yang cukup keras.

    Cuma Minta 1 Fakta, Putin "Tantang" Eropa Buktikan Serangan Siber Rusia

    Dalam video yang beredar di media sosial dan diunggah oleh akun Instagram @infobekasi memperlihatkan sejumlah warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan langsung semburan gas yang membumbung dari dalam tanah.

    Meski semburan gas telah berhasil dihentikan, Sidi mengatakan, kondisi di sekitar lokasi belum sepenuhnya pulih.

    Baca juga: Semburan Gas Lumpur Disertai Api Gegerkan Warga Blang Reubek Aceh Utara

    Sejumlah warga masih diliputi kekhawatiran karena peristiwa tersebut terjadi di dekat kawasan tempat tinggal mereka.

    "Saat ini dipastikan masih belum aman kondisinya. Warga masih ada trauma. Takut semburan ini terulang lagi, gitu," kata Sidi.

    Menurut dia, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada aktivitas pengerukan yang dilakukan di sekitar lokasi.

    Baca juga: 1 Hektare Kebun Sawit Hangus Imbas Semburan Api dari Sumur Bor

    "Masih dalam penyelidikan penyebabnya. Tapi diduga karena tergaruk dengan adanya proyek Pertagas di lokasi tersebut," ujar Sidi.

    Sidi mengatakan, untuk mengantisipasi risiko lanjutan aparat kepolisian bersama pihak Pertamina telah melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi kejadian.

    "Dari Pertamina dan pihak kepolisian sudah ada pengamanan. Di area tersebut itu sudah ada garis police line," ucap Sidi.

    Baca juga: Pipa PDAM di Kawasan MERR Surabaya Bocor, Semburan Air hingga ke Jalan

    Ia menambahkan, hingga kini tidak ada warga yang harus mengungsi. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk menjauhi lokasi dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu bahaya.

    "Untuk warga yang terdampak lokasi semburan itu agar tidak menyalakan api, dan menghindar dari lokasi," katanya.

    Sementara itu, Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Gas (Pertagas) Imam Rismanto menjelaskan, insiden tersebut terjadi akibat kebocoran pipa gas saat pekerjaan pemasangan pipa BBM Cikampek–Plumpang.

    Baca juga: Pakar Geologi ITS Sebut Tak Ada Aktivitas Alami di Lokasi Semburan Gas Surabaya

    "Tim Tanggap Darurat Pertagas dan gabungan beberapa pihak segera bertindak dan telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan mengamankan area," ujar Imam dalam keterangan tertulisnya.

    Menurut dia, proses penanganan dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi dan aparat kepolisian yang mensterilkan area guna mencegah dampak yang lebih luas.

    "Upaya penanggulangan di lokasi turut melibatkan para pihak berwenang setempat agar kondisi dapat lebih terjaga dan area lokasi steril untuk tindakan penanganan," kata Imam.

    Baca juga: Kronologi Munculnya Semburan Gas di Blora, Warga Cium Bau Minyak

    Pertamina juga memastikan kebocoran berhasil ditangani sekitar pukul 18.15 WIB pada hari yang sama.

    Sebagai langkah pengamanan, aliran gas dihentikan untuk mengisolasi titik kebocoran dan mencegah risiko lanjutan.

    "Selanjutnya akan dilakukan upaya pemulihan secara intensif dan situasi di lokasi akan terus dilakukan pemantauan. Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang melakukan pekerjaan," ujar Imam.

    Hingga Senin pagi, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum aktivitas masyarakat kembali normal.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Jadwal Timnas Indonesia Vs Oman: Buru Kemenangan Setelah 38 Tahun

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS