Update Gempa Filipina: 3 Orang Tewas, Tsunami Hantam 6 Wilayah, Muncul 138 Gempa Susulan - Kompas
Update Gempa Filipina: 3 Orang Tewas, Tsunami Hantam 6 Wilayah, Muncul 138 Gempa Susulan
KOMPAS.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (8/6/2026), hingga memicu tsunami kecil di sejumlah wilayah.
Gempa Filipina kali ini terakhri dilaporkan juga menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan laporan otoritas setempat, gempa terjadi di lepas pantai Kota General Santos, Pulau Mindanao, sekitar pukul 07.37 waktu setempat.
Getaran kuat ini menyebabkan kepanikan luas dan kerusakan bangunan di beberapa titik terdampak.
Hizbullah "Harga Mati", Kenapa Iran Menyerang Israel?
Baca juga: Peringatan Tsunami Dicabut, BMKG Akhiri Status Waspada Pascagempa M 7,7 di Filipina
3 orang tewas, bangunan rusak dan runtuh
Dikutip dari BBC, Polisi Filipina mengonfirmasi sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.
Selain itu, sekitar 37 bangunan dilaporkan rusak, sebagian besar merupakan bangunan komersial.
Sejumlah video yang beredar menunjukkan bangunan runtuh akibat guncangan hebat, termasuk sebuah restoran cepat saji Jollibee yang ambruk ke tanah.
Baca juga: BMKG Terbitkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa 7,7 di Laut Sulawesi
Sementara itu, Badan Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) melaporkan tsunami terdeteksi di enam wilayah di Mindanao, terutama di pesisir selatan pulau tersebut.
Gelombang tsunami tercatat terjadi antara pukul 07.42 hingga 08.45 waktu setempat, dengan ketinggian bervariasi. Gelombang tertinggi mencapai 1,4 meter, sementara sebagian lainnya hanya beberapa sentimeter.
Gelombang juga terpantau di beberapa wilayah lain, termasuk Indonesia, Palau, dan kawasan Davao.
Meski tergolong kecil, otoritas tetap mempertahankan status peringatan tsunami dan mengimbau warga menjauhi garis pantai.
Baca juga: Gempa M 7,7 Filipina Picu Kerusakan dan Peringatan Tsunami di Sejumlah Negara, Mana Saja?
138 gempa susulan terjadi dalam hitungan jam
Hingga pukul 11.00 waktu setempat, tercatat 138 gempa susulan terjadi setelah gempa utama.
Magnitudo gempa susulan bervariasi, mulai dari 1,3 hingga yang terkuat mencapai 6,7 SR. Aktivitas seismik yang tinggi ini menunjukkan kondisi patahan masih belum stabil.
Pemerintah Filipina pun telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk berbagai wilayah, bahkan meluas hingga Indonesia, Jepang, dan Australia sebelum sebagian dicabut.
Baca juga: BMKG Sebut Gempa M 7,7 di Mindanao-Filipina Diakibatkan Subduksi Lempeng
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengimbau masyarakat untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
“Jangan menunggu. Nyawa Anda lebih penting daripada apa pun yang tertinggal,” tegasnya dalam peringatan darurat, dilansir CNN.
Sementara itu, otoritas menyatakan peringatan tsunami masih berlaku, karena instrumen pemantauan masih mendeteksi gelombang laut dan gangguan permukaan air.
Hingga kini, situasi di Mindanao dan sekitarnya masih terus dipantau. Otoritas memperingatkan potensi gempa susulan tambahan serta kemungkinan perubahan status tsunami.
Baca juga: BPBD Berau Ungkap Kondisi Terkini Pesisir Setelah Gempa M 7,7 Filipina
Bencana gempa Filipina ini menjadi salah satu gempa kuat yang kembali mengguncang kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah yang dikenal sangat aktif secara seismik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Istana Tepis Isu Prabowo Akan Reshuffle Purbaya