Yusril Sebut Tuntutan BEM SI terkait MBG soal Perbaikan Tata Kelola, Bukan Penghentian Program - Kompas TV
Yusril Sebut Tuntutan BEM SI terkait MBG soal Perbaikan Tata Kelola, Bukan Penghentian Program
Kompas.tv - 20 Juni 2026, 16:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra mengaku telah meminta penjelasan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) soal tuntutan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan apakah yang dimaksud mahasiswa adalah penghentian total program atau perbaikan tata kelola.
Setelah mendapatkan penjelasan, Yusril menyampaikan, BEM SI menginginkan adanya perbaikan tata kelola program MBG.
Menurut BEM SI, sambung Yusril, program MBG juga telah dirasakan manfaatnya.
Demikian Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan hasil audiensinya dengan para mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI dalam aksi unjuk rasa pada Jumat (12/6/2026).
“Saya berkeyakinan kalau yang diinginkan adalah perbaikan tata kelola program MBG, pasti akan dilakukan oleh pemerintah," Kata Yusril sebagaimana dikutip dari Antaranews, Sabtu (20/6/2026).
Baca Juga: Kubu Jokowi Bantah Politisasi Penangkapan Roy Suryo
Yusril menambahkan, MBG menjadi program prioritas Presiden dengan tujuan meningkatkan gizi masyarakat.
Selain itu, program juga diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat, termasuk melalui keterlibatan pelaku usaha, peternak, nelayan, dan penyedia bahan pangan di daerah.
Oleh karena itu, pemerintah terbuka terhadap masukan terkait perbaikan tata kelola program tersebut.
Dia meyakini apabila yang diinginkan mahasiswa merupakan pembenahan tata kelola MBG, maka hal itu akan menjadi perhatian pemerintah.
Di samping itu, Yusril menuturkan akan menyampaikan tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kepada Presiden Prabowo Subianto.
Yusril memastikan pemerintah terbuka terhadap kritik dan memandang perbedaan pendapat sebagai bagian dari demokrasi.
“Saya juga memastikan kebebasan berpendapat tetap dijamin, sepanjang disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis kajian,” ujar Yusril.
Baca Juga: Relawan Prabowo Polisikan Tiyo Ardianto, Feri Amsari: Kalau Tak Mau Terhina Jangan Jadi Penguasa
Yusril membeberkan, kelima tuntutan mahasiswa yang akan disampaikan kepada Presiden.
Di antaranya adalah penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM), penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisasi di ranah sipil serta desakan agar Presiden mengakui kesalahan pemerintah.
Sumber : Kompas TV