Belarus Siap Bantu Modernisasi Pertanian Indonesia Lewat Transfer Teknologi - Merah Putih
Presiden Belarus Tawarkan Transfer Teknologi dan Modernisasi Pertanian untuk Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia
- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko. (Foto: Setpres)
Ukuran text:
16
Dengarkan Berita:
MerahPutih.com - Presiden Belarus Alexander Lukashenko menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung penguatan ketahanan pangan Indonesia melalui transfer teknologi, mekanisasi pertanian, hingga pengembangan industri.
Komitmen tersebut disampaikan Lukashenko dalam pernyataan pers bersama Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral di Istana Negara, Kamis (2/7).
Menurut Lukashenko, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama dalam kemitraan Belarus dan Indonesia. Ia menilai Belarus memiliki pengalaman, teknologi, serta kapasitas industri yang dapat mendukung agenda pembangunan Indonesia di sektor pertanian.
"Saya yakin penguatan ketahanan pangan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan Belarus siap membantu mewujudkannya," ujar Presiden Lukashenko.
Baca juga:
Presiden Prabowo Sambut Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka
Lukashenko menegaskan Belarus siap berkontribusi meningkatkan produktivitas sektor pangan Indonesia melalui berbagai solusi yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun.
Kami siap berkontribusi untuk meningkatkan produksi pangan Indonesia melalui transfer teknologi, mekanisasi pertanian, serta berbagai solusi yang telah kami kembangkan,
Presiden Belarus ,Alexander Lukashenko.
Ia menjelaskan Belarus memiliki keunggulan dalam bidang pertanian modern, teknologi industri, traktor, kendaraan, peralatan, hingga berbagai inovasi lain yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung modernisasi sektor pertanian Indonesia.
Tak hanya perdagangan, tetapi juga peningkatan kapasitas SDM
Menurut Lukashenko, kerja sama yang ditawarkan Belarus tidak semata berorientasi pada perdagangan, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pembangunan industri nasional.
"Kami tidak hanya siap memasok teknologi, tetapi juga berbagi pengetahuan, melatih tenaga kerja Indonesia, dan membantu pengembangan industri di Indonesia sehingga masyarakat Indonesia memperoleh manfaat langsung," katanya.
Selain mendukung modernisasi pertanian, Belarus juga menyatakan kesiapan memenuhi kebutuhan Indonesia terhadap berbagai komoditas pangan, termasuk produk susu, daging, dan produk pangan lainnya.
Baca juga:
Di sektor industri, Lukashenko mengatakan Belarus terbuka untuk mengembangkan berbagai proyek strategis bersama Indonesia, termasuk melalui pembentukan perusahaan patungan dengan tingkat kandungan lokal di dalam negeri.
"Kami terbuka untuk mengembangkan proyek bersama, bukan hanya melalui perdagangan biasa, tetapi juga melalui pembangunan perusahaan patungan dengan tingkat kandungan lokal di Indonesia," ujarnya.
Ia menekankan bahwa kemitraan kedua negara diarahkan untuk menciptakan kerja sama jangka panjang yang berbasis pada penguasaan teknologi, bukan sekadar peningkatan nilai perdagangan.
"Setelah kunjungan ini, perdagangan antara kedua negara akan semakin berkembang. Namun, yang paling penting bukan sekadar perdagangan, melainkan alih teknologi," tuturnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari implementasi peta jalan kerja sama Belarus–Indonesia hingga 2030. Melalui kolaborasi di bidang ketahanan pangan, industri, dan teknologi, kedua negara berharap dapat menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia maupun Belarus. (Pon)