Buruh Pabrik yang Putus Sekolah Kini Hartanya Rp 269 Triliun - detik

Jakarta -
Ini adalah kisah seorang buruh pabrik menjelma menjadi wanita terkaya. Wang Laichun meroket dari seorang pekerja jalur perakitan di Foxconn hingga berhasil mendirikan Luxshare, salah satu pemasok terbesar Apple.
Wang, kini berusia 59 tahun, lahir di Shantou, Guangdong. Ia putus sekolah setelah lulus SMP karena keluarganya tak mampu membiayai. Di 1988, ia bergabung di pabrik kecil Foxconn Technology Group dekat Shenzhen. Ia salah satu dari 100 karyawan pertama asal China daratan yang dipekerjakan produsen asal Taiwan tersebut.
Awalnya dia di jalur perakitan, bekerja dengan sistem shift yang bisa mencapai 15 jam sehari dan berbagi asrama dengan sekitar 100 pekerja. Ketika banyak rekannya keluar setelah beberapa bulan, Wang bertahan. Di luar jam kerja, ia belajar berbagai teknik manufaktur dan teknologi produksi sembari mengasah keterampilan teknis serta manajemen.
Setelah satu dekade mengabdi di Foxconn, ia naik jabatan dari pekerja perakitan menjadi bagian manajemen, sebelum akhirnya memutuskan merintis bisnisnya sendiri.
Kerajaan Bisnis Luxshare
Di 1999, Wang dan saudara laki-lakinya, Wang Laisheng, menggunakan tabungan mereka untuk mengakuisisi cikal bakal Luxshare, yakni sebuah perusahaan manufaktur konektor elektronik asal Hong Kong.
Awalnya, Luxshare memasok konektor dan komponen elektronik lain untuk Foxconn. Mereka kemudian berekspansi melalui akuisisi, termasuk mengambil alih Kunshan United Tao Electronics tahun 2011. Langkah ini menandai masuknya Luxshare untuk pertama kali masuk rantai pasok Apple dengan memproduksi konektor kabel untuk MacBook dan iPad.
Pertumbuhan perusahaan dalam ekosistem Apple semakin melesat berkat akuisisi Meite Technology tahun 2017 dan dua pabrik Wistron pada tahun 2020. Kesepakatan-kesepakatan tersebut memungkinkan Luxshare memproduksi AirPods serta iPhone model dasar, dan bertahap memperbesar perannya di jaringan produksi global Apple.
Tahun-tahun berikutnya, Luxshare terus memenangkan kontrak lebih besar dari Apple. Perusahaan ini mulai memproduksi pengisi daya Apple Watch di 2014, merakit AirPods tahun 2017, kemudian menjadi produsen AirPods terbesar dunia. Luxshare kemudian merambah ke perakitan Apple Watch, iPhone premium, hingga headset Vision Pro.
Lompatan Kekayaan
Saat ini, Luxshare merupakan salah satu mitra manufaktur utama Apple. Nilai pasarnya sekitar $80 miliar. Pendapatannya menyentuh sekitar USD 48,82 miliar tahun 2025, naik 24% dari tahun sebelumnya.
Luxshare mengubah Wang menjadi salah satu pengusaha terkaya di China. Di 2021, ia dinobatkan wanita terkaya kedua di China. Saat ini, Forbes memperkirakan kekayaannya sekitar USD 15 miliar (Rp 269 triliun). Ia terus memuncaki daftar tahunan 100 pebisnis wanita tersukses di China versi Forbes China sejak 2022.
Fortune menempatkannya di peringkat kedelapan Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Bisnis tahun 2026, menjadikannya satu-satunya eksekutif asal China di 10 besar. Ia masuk peringkat bergengsi tersebut sejak 2024. Fortune juga menobatkannya sebagai Wanita Paling Berpengaruh di Asia tahun 2024 dan peringkat kedua tahun 2025.
CEO Apple, Tim Cook, berulang kali melontarkan pujian kepada Luxshare. Dalam kunjungan ke pabrik Luxshare tahun 2017, Cook memuji presisi dan kehati-hatian luar biasa Luxshare.
Di 2023, saat mengumumkan terpilihnya Luxshare untuk memproduksi iPhone 15 Pro Max dan Apple Watch, Cook mengonfirmasi semakin besarnya peran perusahaan tersebut dalam rantai pasok Apple. Ini semakin mengukuhkan posisi Luxshare di antara tiga perakit terbesar Apple, bersanding dengan Foxconn dan Pegatron.
Meskipun perangkat elektronik konsumen masih menyumbang hampir 80% total pendapatan Luxshare tahun lalu, Wang semakin gencar mendorong perusahaannya merambah lini bisnis baru, termasuk di bidang teknologi otomotif, pusat data, dan robotika.
Wang, yang jarang mengekspos diri ke ranah publik, mengatakan dalam wawancara dengan The Paper bahwa transformasi Luxshare dari sekadar pemasok menjadi salah satu mitra manufaktur terkemuka Apple adalah buah dari upaya kolektif kedua perusahaan, di mana semua orang bekerja sangat keras.
"Saya sangat percaya pada pepatah yang berbunyi burung-burung dengan bulu yang sama akan berkumpul bersama," cetusnya.
Saksikan Live DetikSore :
(fyk/fyk)