Bus Sugeng Rahayu Tercebur ke Sungai di Nganjuk, 27 Orang Terluka, Diduga Bersenggolan dengan Truk - Tribunnews

Ringkasan Berita:
- Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu dan truk di Jalan Raya Bagor, Nganjuk, membuat bus tercebur ke sungai dan menyebabkan 27 orang terluka
- Warga sekitar bergegas memecahkan kaca bus untuk mengevakuasi penumpang sebelum petugas tiba
- Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, sementara seluruh korban telah mendapat perawatan di rumah sakit
TRIBUNNEWS.COM, NGANJUK – Kecelakaan yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dan sebuah truk di Jalan Raya Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026), berubah menjadi kepanikan massal setelah bus yang mengangkut puluhan penumpang keluar dari badan jalan dan tercebur ke sungai.
Warga sekitar yang mendengar benturan keras langsung berhamburan ke lokasi untuk menyelamatkan para penumpang sebelum tim penyelamat tiba.
Sedikitnya 27 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, sementara aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
Penumpang Ceritakan Detik-detik Bus Tercebur
Sejumlah penumpang yang selamat mengaku mengalami momen mencekam sesaat sebelum bus tercebur ke sungai.
Nurul (32), penumpang tujuan Kabupaten Madiun yang saat itu membawa putrinya yang berusia lima tahun, mengatakan bus melaju dengan kecepatan tinggi sejak berangkat dari Surabaya.
Baca juga: Sopir Bus Sugeng Rahayu Tewas Usai Kendaraannya Tabrak Warung Kopi, Pemilik Warung juga Tewas
Ia mengaku duduk tepat di belakang pengemudi ketika kecelakaan terjadi.
"Bus ngebut sejak dari Surabaya. Berkali-kali mendahului kendaraan lain dan seperti tidak mau mengalah," ujarnya.
Menurut Nurul, sesaat sebelum kecelakaan bus kembali mencoba menyalip kendaraan lain di jalan yang menikung.
Namun, dari arah berlawanan muncul sebuah truk sehingga pengemudi diduga membanting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan.
"Bus mencoba menerobos dari kanan. Dari depan ada truk. Karena tidak cukup ruang, bus banting setir ke kiri, menabrak pembatas jalan, lalu masuk ke sungai. Semua penumpang langsung berteriak," tuturnya.
Nurul mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh, sementara putrinya selamat tanpa mengalami luka.
Kesaksian serupa disampaikan Totok (53), penumpang tujuan Kabupaten Ngawi.
Ia mengatakan bus sempat bersenggolan dengan truk sebelum kehilangan kendali dan akhirnya tercebur ke sungai.
Kaca Bus Dipecahkan Demi Menyelamatkan Penumpang
Sumarsono (45), warga Desa Paron yang rumahnya hanya berjarak sekitar 15 meter dari lokasi kejadian, mengaku mendengar suara benturan keras saat sedang berada di dalam rumah.
"Saat itu saya sedang mandi. Tiba-tiba terdengar benturan keras. Saya langsung keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi," katanya.
Saat tiba di lokasi, ia melihat Bus Sugeng Rahayu sudah berada di dalam sungai sedangkan truk masih berada di badan jalan.
Menurutnya, bus melaju dari arah timur menuju barat, sementara truk datang dari arah berlawanan.
Baca juga: Fakta Bentrok Antarsuku di Wamena: Korban Tewas 13 Orang, Dipicu Konflik Lama soal Lakalantas
Warga lainnya, Agus Wibowo (52), mengatakan masyarakat sekitar langsung memberikan pertolongan tanpa menunggu petugas datang.
Mereka memecahkan kaca bus agar para penumpang yang terjebak bisa segera dievakuasi.
"Semua warga bahu-membahu menolong penumpang. Kaca bus dipecahkan supaya mereka bisa keluar lebih cepat. Setelah itu para korban langsung dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Tak lama kemudian, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat.
Proses evakuasi sempat menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Raya Bagor dengan antrean kendaraan mencapai sekitar tiga kilometer.
Hingga Sabtu sore, aparat kepolisian masih melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Penyebab pasti insiden, kronologi lengkap, serta hasil pemeriksaan terhadap pengemudi kedua kendaraan masih dalam proses penyelidikan.
Dijamin Jasa Raharja
Perwakilan Jasa Raharja, Muhammad Rifan Hadinata, mengatakan seluruh korban telah didata bersama Satlantas Polres Nganjuk.
"Berdasarkan pendataan sementara terdapat 27 korban luka. Sebanyak 14 orang dirawat di RSUD Nganjuk, sedangkan 13 korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk," ujarnya.
Menurut Rifan, mayoritas korban merupakan penumpang Bus Sugeng Rahayu dan sebagian besar hanya mengalami luka ringan.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit terkait rincian kondisi masing-masing korban. Seluruh penumpang yang menjadi korban dijamin Jasa Raharja," katanya. (Tribun Jatim/Danendra Kusuma)
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Korban Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu Bertambah Jadi 27 Orang, Seluruh Penumpang Dijamin Jasa Raharja, Kesaksian Penumpang Bus Sugeng Rahayu yang Tercebur ke Sungai di Nganjuk: "Rasanya Seperti Dikopyok", Breaking News: Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu dengan Truk di Nganjuk, Warga Bantu Evakuasi Penumpang