Cerita Pria Tangsel Harus Batasi Aktivitas Pasca Pasang Ring Jantung di Umur 38 - detik
Jakarta -
Menjalani operasi pemasangan ring jantung bukan berarti pasien bisa langsung kembali beraktivitas normal layaknya orang sehat. Ada fase krusial bernama maintenance atau penyesuaian tubuh yang wajib dipatuhi dengan disiplin tinggi.
Berdasarkan pengalaman Reza Anindita Ramadhan, seorang penyintas serangan jantung asal Tangerang Selatan, dokter memberikan sederet batasan ketat, mulai dari urusan dapur hingga jenis latihan fisik yang boleh diambil di masa pemulihan.
"Pantangan setelah pasang ring, seperti jaga pola makan (tidak goreng, kurangi jumlah asupan karbohidrat, tidak konsumsi turunan sapi dan kopi), olahraga berlebihan atau sama seperti sebelum pasang ring (olahraga dijalani tapi bukan build muscle melainkan hanya untuk maintenance karena baru beres operasi masih harus adjustment)," urai Reza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki bulan keempat pasca-operasi, Reza yang mengalami serangan jantung di usia 38 tahun ini mengaku kapasitas fisiknya masih sangat terbatas. Upaya untuk mencoba berolahraga berat atau sekadar jogging langsung direspons negatif oleh tubuhnya melalui sinyal rasa sakit.
Proses pemulihan pasca-pasang ring jantung butuh waktu yang cukup lama. Ring yang dipasang membutuhkan waktu untuk menyatu sempurna dengan jaringan pembuluh darah.
Jika pasien nekat melakukan latihan berat seperti push-up atau mengangkat beban di atas 5 kg, tekanan di dalam rongga dada akan melonjak drastis dan memaksa otot dada bekerja terlalu keras. Lonjakan tekanan ini berbahaya karena bisa mengganggu stabilitas area jantung yang sedang menyembuh.
"Otw 4 bulan masih maintenance, durasi olahraga belum bisa panjang, seperti jalan kaki baru bisa 30 menit. Pernah nyoba jogging bulan kedua, langsung sakit di bagian jantung begitupun dalam angkat beban berat yang dipakai belum maksimal dianjurkan di bawah 5kg dan menghindari latihan push untuk meminimalisir kerja berlebih di bagian otot dada," tutup Reza.
(kna/up)