DPR Minta TNI Perkuat Pengamanan Penerbangan Perintis Usai Kejadian KKB Bakar Pesawat di Yahukimo - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta TNI memperkuat pengamanan penerbangan perintis di Papua setelah KKB membakar pesawat AMA PK RCY di Yahukimo
- Menurutnya, serangan terhadap pesawat sipil mengancam keselamatan warga sekaligus mengganggu distribusi logistik dan layanan dasar
- TNI kini mengevakuasi korban serta memburu pelaku penyerangan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, meminta TNI untuk memperkuat pengamanan udara, khususnya penerbangan perintis, di wilayah Papua.
Hal itu dikatakan Amelia usai terjadinya aksi pembakaran pesawat AMA PK RCY yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Amelia menilai insiden tersebut menunjukkan ancaman keamanan di wilayah tersebut tidak hanya menyasar aparat keamanan.
"Tetapi juga telah mengganggu jalur logistik dan transportasi udara yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat," kata Amelia kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, berdasarkan laporan awal, lokasi kejadian hanya dapat diakses melalui jalur udara. Karena itu, insiden tersebut memiliki implikasi strategis terhadap keamanan nasional sekaligus pelayanan publik.
Amelia menegaskan, serangan terhadap pesawat sipil yang melayani masyarakat tidak dapat dibenarkan.
Baca juga: Menko Polkam Kutuk Pembakaran Pesawat dan Pembunuhan Pilot Asal AS di Yahukimo Papua
"Serangan terhadap pesawat yang melayani masyarakat dan misi kemanusiaan merupakan ancaman terhadap keselamatan warga sipil serta berpotensi melanggar prinsip-prinsip hukum humaniter internasional apabila sasarannya adalah objek sipil," ujar dia.
Legislator NasDem itu pun meminta pemerintah memperkuat sinergi antara TNI, Polri, intelijen, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Menurutnya, pendekatan keamanan perlu berjalan beriringan dengan pembangunan, perlindungan masyarakat, dan pendekatan sosial agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas.
Amelia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan penerbangan perintis di wilayah pegunungan Papua yang selama ini menjadi satu-satunya akses distribusi logistik dan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Karena itu, dia mendorong operasi TNI difokuskan pada penyelamatan dan evakuasi korban, pengamanan lokasi kejadian bersama Polri, serta penguatan informasi intelijen sebelum setiap penerbangan menuju daerah rawan agar potensi penyergapan dapat dideteksi lebih dini.
Selain itu, Amelia meminta pemerintah memastikan penerbangan perintis tetap beroperasi agar masyarakat di pedalaman tidak kesulitan memperoleh bahan pangan, layanan kesehatan, pendidikan, maupun kebutuhan pokok lainnya.
"Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan udara di Papua bukan hanya isu pertahanan, tetapi juga isu ketahanan nasional. Ketika pesawat perintis tidak lagi aman beroperasi, yang terdampak bukan hanya aparat negara, melainkan ribuan warga yang bergantung sepenuhnya pada transportasi udara," pungkasnya.
Proses Evakuasi
Diberitakan sebelumnya, Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah Nicholas F Goselin, dari Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo pada Jumat (3/7/2026) pagi.
Nicholas tewas dibunuh oleh TPNPB-OPM di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo pada Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Sejumlah Media Asing Soroti Tewasnya Pilot AS di Papua, TPNPB Bersuara
Bersamaan dengan proses evakuasi, personel Koops TNI Habema juga melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan serta pembakaran pesawat.
Koops TNI Habema menggelar Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan setelah mendapat laporan kejadian.
Koops TNI Habema juga melaksanakan Search and Rescue (SAR) Taktis guna mengevakuasi korban dan menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
Operasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal.
Operasi juga dilaksanakan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi mengingat medan pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Terpisah, aparat keamanan tengah mengejar pelaku pembakaran pesawat AMA PK RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (2/3/2026).
Dalam serangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu, pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F Gosselin, tewas tertembak.
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, personel TNI masih berada di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan pengejaran terhadap pelaku.
"Kami tetap melakukan tindakan untuk mengamankan wilayah Papua dan melaksanakan pengejaran terhadap pihak pelaku," kata Lucky dalam konferensi pers di RS TNI Tingkat IV, Jalan Agimuga Mile 32, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (3/7/2026).
Adapun pesawat AMA PK RCY dibakar KKB di lapangan terbang Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (2/7/2026) pagi.
Pesawat tersebut melakukan penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapter Balinggama.
Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim sebagai pelaku dalam pembakaran pesawat pilatus milik PT AMA dengan nomor register PK RCY itu.
Usai melakukan aksinya, para pelaku itu pun berfoto sembari memegang senjata api. Fotonya beredar luas di media sosial.
Evakuasi jenazah pilot dilakukan pada Jumat pagi oleh anggota Koops TNI Habema. Mereka bertolak dari Mimika ke lokasi kejadian dan membawa jenazah ke Mimika.