Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Bisnis Djarum Featured Kecap Bango Spesial Unilever

    Grup Djarum Dikabarkan Incar Akuisisi Kecap Bango, Unilever Belum Berkomentar - KONTAN

    13 min read

     

    Sabtu, 18 Juli 2026 |  07:26 WIB

    Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

    KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup Djarum dikabarkan tengah menjajaki akuisisi merek kecap Bango dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), memperluas ekspansi bisnisnya di sektor fast moving consumer goods (FMCG). 

    Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak sehingga informasi tersebut masih sebatas kabar yang beredar di pasar.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh KONTAN dari sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, bisnis FMCG Grup Djarum yang berada di bawah naungan Savoria Group disebut berminat mengambil alih merek kecap Bango, salah satu aset makanan terbesar milik Unilever Indonesia.

    Manajemen Savoria Group tidak membenarkan maupun membantah kabar tersebut. "Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan komentar untuk saat ini," ujar manajemen Savoria Group kepada KONTAN, Jumat (17/7).

    Baca Juga: Cuan Grup Djarum dari Si Como

    Apabila transaksi tersebut terealisasi, ini akan menjadi akuisisi kedua yang dilakukan Savoria Group terhadap aset Unilever Indonesia. 

    TERPOPULER

    DPR Pertanyakan Dasar Hukum Penempatan Rp 200 Triliun Dana SAL di Himbara


    IHSG Rentan Terkoreksi, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Kamis (16/7)


    Simak Rekomendasi Saham TPIA, MBMA, BMRI untuk Kamis (16/7)

    Sebelumnya, pada kuartal I-2026, PT Savoria Kreasi Rasa mengakuisisi merek teh SariWangi beserta fasilitas produksinya di Cikarang dengan nilai transaksi sekitar Rp1,5 triliun.

    Akuisisi Bango juga akan memperluas portofolio bisnis Savoria di sektor makanan dan minuman. Saat ini, perusahaan telah memiliki sejumlah merek, antara lain BonChef, Kopi Tubruk Gajah, MilkLife, Fox's, Caffino, 5 Days, Krizzi, Hydroplus, dan SariWangi.

    Dalam keterangan resmi yang dirilis pada 5 Mei 2026, Savoria menyatakan terus menjalankan strategi pengembangan produk secara agresif dengan orientasi pertumbuhan bisnis jangka panjang. 

    Tahun ini, perusahaan juga mendirikan PT Global Dairi Bersama untuk mengembangkan industri susu melalui proyek peternakan sapi perah di Brebes, Jawa Tengah, seluas 710 hektare dengan kapasitas hingga 30.000 ekor sapi perah.

    Baca Juga: Dihantui Trauma Masa Lalu, Grup Djarum Rajin Ekspansi, Kini Bangun Peternakan Sapi

    Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk belum memberikan tanggapan atas informasi mengenai rencana divestasi Bango.

    Bango merupakan salah satu merek kecap terbesar di Indonesia yang telah hadir sejak 1928. Unilever mengakuisisi merek tersebut pada 2001. Berdasarkan data pasar pada 2025, Bango menguasai sekitar 40% pangsa pasar kecap nasional.

    Riset analis Bahana Sekuritas, Raja Abdalla dan Reinard Tanukusuma, memperkirakan valuasi bisnis Bango bersama Royco mencapai sekitar Rp 19,16 triliun atau setara 13 kali enterprise value terhadap EBITDA (EV/EBITDA) tahun 2025. 

    Kedua merek tersebut juga disebut menyumbang sekitar 27% pendapatan Unilever Indonesia atau sekitar Rp 8,98 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 16,4%.

    Baca Juga: Kinerja Emiten Grup Djarum Tak Semuanya Harum

    Apabila divestasi Bango benar terlaksana, langkah tersebut akan melanjutkan pelepasan sejumlah bisnis makanan dan minuman Unilever Indonesia, setelah sebelumnya melepas bisnis es krim pada akhir 2025 dan merek teh SariWangi pada kuartal I-2026.

    Strategi tersebut dinilai sejalan dengan Growth Action Plan Unilever Global yang mengarahkan perusahaan untuk merampingkan portofolio bisnis makanan dan memperkuat fokus pada segmen beauty, personal care, dan home care.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    Terbaru

    • VinFast Resmi Garap Pasar Motor Listrik RI, Luncurkan Tiga Model Mulai Rp 17,5 Juta

    • Hotman Paris Sebut Febrie Adriansyah Kebanggaan Prabowo, Minta Proses Hukum Dikaji

    • China Peringatkan Inggris usai Nasionalisasi British Steel, Minta Kompensasi

    • Del Bosque: Argentina Tim Tangguh, Spanyol Tak Boleh Terlena di Final Piala Dunia

    • KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Korupsi di Bea Cukai

    • FIFA Menang Taruhan, Tiket Mahal Piala Dunia 2026 Tetap Laris Diburu Penonton

    • Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

    • Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit Terbuka Lebar

    • Tabel Harga Emas Antam 18 Juli 2026 - Cek Semua Ukuran

    • Indonesia Punya Potensi Biomassa Sawit Terbesar di Dunia, Hilirisasi Jadi Kunci

    insight kontan

    • BEI: Empat Perusahaan Siap IPO

    • Manajemen Indika Energy (INDY) Buka Suara Soal Divestasi Kideco Jaya Agung

    Komentar
    Additional JS