Inilah Daftar 9 Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi Versi BEI - Viva

Jakarta, VIVA – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperbarui daftar saham dengan High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. Setelah menambahkan price impact ratio sebagai kriteria baru dalam metodologi penghitungan, jumlah emiten yang masuk kategori tersebut meningkat menjadi 51 saham.
Baca Juga
Dalam daftar terbaru, sejumlah emiten milik konglomerat nasional tercatat memiliki tingkat kepemilikan yang sangat terkonsentrasi. Di antaranya adalah PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), hingga PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Penambahan kriteria tersebut dilakukan untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun sebagai bagian dari penyempurnaan metode identifikasi saham dengan tingkat kepemilikan yang terkonsentrasi.
Baca Juga
Deretan Saham dengan Tingkat Kepemilikan Tertinggi
Berdasarkan pengumuman terbaru BEI pada Rabu, 15 Juli 2026, beberapa saham mencatat tingkat kepemilikan terkonsentrasi yang sangat tinggi.
Baca Juga
Berikut sejumlah emiten dengan persentase kepemilikan terkonsentrasi terbesar:
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII): 99,96%
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN): 99,95%
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR): 99,58%
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN): 98,50%
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET): 98,06%
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): 97,31%
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP): 96,64%
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): 95,76%
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI): 93,83%
DCII milik konglomerat Otto Toto Sugiri menjadi emiten dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi paling tinggi dalam daftar tersebut, mencapai 99,96 persen.
Sementara itu, BREN milik Prajogo Pangestu dan DSSA yang merupakan bagian dari Grup Sinar Mas juga tetap berada dalam kategori High Shareholding Concentration.
BEI Tambah Kriteria Baru Penilaian HSC
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, bertambahnya jumlah saham dalam kategori HSC merupakan dampak dari perubahan metodologi penghitungan.
BEI kini menambahkan price impact ratio sebagai salah satu indikator untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
Menurut Jeffrey, price impact ratio dihitung berdasarkan perubahan harga saham dibandingkan dengan velocity transaksi. Sementara itu, velocity merupakan perbandingan rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang beredar di publik atau free float.
"Kami telah melakukan revisi atas metodologi high shareholding concentration. Kami menambahkan satu kriteria, yaitu kriteria price-impact ratio atas seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Dengan kriteria baru tersebut, kami akan segera mengumumkan ada 37 saham baru masuk dalam kriteria high shareholding concentration. Sehingga, total saham yang ada di dalam high shareholding concentration akan menjadi 51 saham," kata Jeffrey dalam konferensi pers di Kantor BEI, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Juli 2026.
Daftar Lengkap Saham High Shareholding Concentration
- BEI mencatat total 51 emiten yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC), yakni:
- AGII – PT Samator Indo Gas Tbk
- BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk
- DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
- IFSH – PT Ifishdeco Tbk
- MGLV – PT Panca Anugrah Wisesa Tbk
- RLCO – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk
- ROCK – PT Rockfields Properti Indonesia Tbk
- SOTS – PT Satria Mega Kencana Tbk
- WBSA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk
- TCPI – PT Transcoal Pacific Tbk
- MGRO – PT Mahkota Group Tbk
- SATU – PT Kota Satu Properti Tbk
- DGWG – PT Delta Giri Wacana Tbk
- HATM – PT Habco Trans Maritima Tbk
- DCII – PT DCI Indonesia Tbk
- BYAN – PT Bayan Resources Tbk
- DNET – PT Indoritel Makmur Internasional Tbk
- MORA – PT Ekamas Mora Republik Tbk
- SRAJ – PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk
- BNLI – PT Bank Permata Tbk
- BINA – PT Bank Ina Perdana Tbk
- PGUN – PT Pradiksi Gunatama Tbk
- SOHO – PT Soho Global Health Tbk
- RISE – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk
- FAPA – PT FAP Agri Tbk
- SILO – PT Siloam International Hospitals Tbk
- BBSI – PT Krom Bank Indonesia Tbk
- BTPN – PT Bank SMBC Indonesia Tbk
- STTP – PT Siantar Top Tbk
- MLPT – PT Multipolar Technology Tbk
- GEMS – PT Golden Energy Mines Tbk
- BELI – PT Global Digital Niaga Tbk
- MPRO – PT Maha Properti Indonesia Tbk
- PRAY – PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
- SMAR – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
- CMNT – PT Cemindo Gemilang Tbk
- MKPI – PT Metropolitan Kentjana Tbk
- KONI – PT Perdana Bangun Pusaka Tbk
- YUPI – PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk
- FITT – PT Hotel Fitra International Tbk
- ALII – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
- KING – PT Hoffmen Cleanindo Tbk
- FILM – PT MD Entertainment Tbk
- ELPI – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
- POLU – PT Golden Flower Tbk
- LIFE – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
- MCOL – PT Prima Andalan Mandiri Tbk
- BNII – PT Bank Maybank Indonesia Tbk
- BBHI – PT Allo Bank Indonesia Tbk
- MEGA – PT Bank Mega Tbk
- CMNP – PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
Dengan pembaruan metodologi tersebut, BEI menegaskan daftar High Shareholding Concentration bertujuan memberikan informasi kepada pelaku pasar mengenai saham-saham yang memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
![]()
IHSG Ditutup Menguat di Zona Hijau ke Level 6.039, Beberapa Saham Ini Pimpin Kenaikan
IHSG pada sore ini 14 Juli 2025 ditutup menguat tipis ke level 6.039,52 pada perdagangan Selasa. Saham WIFI, UNTR, dan MEDC menjadi penggerak utama penguatan indeks.

VIVA.co.id
14 Juli 2026