Investasi Asing di Vietnam Melonjak Berkat KEK, tapi Perusahaan Lokal Kehilangan Daya Saing - Kompas
KOMPAS.com- Kawasan ekonomi khusus atau Special Economic Zones (SEZ) berhasil menarik investasi asing dan menciptakan lapangan kerja di Vietnam.
Namun, keberhasilan tersebut diikuti konsekuensi lain, mulai dari melemahnya perusahaan swasta domestik hingga memburuknya tata kelola pemerintahan daerah.
Temuan itu dipublikasikan Asian Development Bank (ADB) dalam laporan The Role of Special Economic Zones in Shaping Viet Nam's Local Business Environment yang terbit pada Mei 2026.
Penelitian menunjukkan provinsi dengan cakupan SEZ yang lebih luas mengalami peningkatan jumlah perusahaan asing, pendapatan perusahaan, serta penyerapan tenaga kerja. Sebaliknya, jumlah perusahaan swasta domestik dan pendapatannya justru menurun.
3 Karyawan yang Dipasung Bos Perusahaan Ditawari Rp 1 Miliar untuk Damai, tapi Menolak
"Provinsi dengan cakupan SEZ yang lebih luas mengalami peningkatan lapangan kerja, pendapatan, dan jumlah perusahaan yang didanai investasi asing. Sebaliknya, perusahaan swasta domestik mengalami penurunan baik dari sisi pendapatan maupun jumlah perusahaan," tulis penulis studi, Katariina Nilsson Hakkala.
Baca juga: Satgas PHK Sebut Relokasi Dua Perusahaan Komponen Otomotif ke Vietnam Tidak Jadi
Temuan lain menunjukkan dampak SEZ tidak berhenti pada dunia usaha. Kualitas tata kelola ekonomi di tingkat provinsi juga ikut menurun.
Penelitian menemukan paparan SEZ berkaitan dengan semakin sulitnya akses terhadap lahan, menurunnya transparansi dalam pengambilan kebijakan, serta meningkatnya pungutan informal.
Persetujuan pembangunan SEZ pertama di suatu provinsi juga dikaitkan dengan meningkatnya perlakuan istimewa terhadap perusahaan asing dan perusahaan besar. Kondisi tersebut mengindikasikan menguatnya praktik rent seeking atau perburuan rente.
Baca juga: Menko Airlangga: Ekonomi Nasional Masih di Jalur Positif di Tengah Ketidakpastian Global
Hakkala menjelaskan kawasan ekonomi khusus menciptakan dua lingkungan usaha yang berbeda. Perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan memperoleh berbagai insentif dan kemudahan, sedangkan sebagian besar perusahaan domestik di luar kawasan tidak menikmati fasilitas serupa.
"Kawasan ekonomi khusus menciptakan lingkungan bisnis ganda, tempat perusahaan di dalam kawasan, yang sebagian besar merupakan perusahaan asing, menikmati berbagai keistimewaan, sementara perusahaan di luar kawasan, yang umumnya perusahaan domestik, tidak memperoleh keuntungan tersebut," tulis Hakkala.
Studi tersebut juga menyoroti dominasi investor asing dalam perekonomian Vietnam. Pada 2023, perusahaan asing menyumbang 73 persen dari total ekspor Vietnam.
Sebaliknya, hanya 18 persen perusahaan Vietnam yang telah terhubung dengan rantai nilai global atau global value chains. Angka itu turun dari 35 persen pada 2009.
Baca juga: Kabar Bedol Pabrik ke Vietnam, Apindo Dorong Pemerintah Siapkan Insentif
Selama periode penelitian, pemerintah Vietnam memperluas pembangunan kawasan ekonomi khusus secara agresif. Hingga 2020, sebanyak 598 SEZ telah disetujui dan tersebar di hampir seluruh provinsi.
Penelitian menggunakan data panel dari 63 provinsi di Vietnam selama periode 2006 hingga 2020.
Analisis dilakukan menggunakan metode two stage least squares instrumental variables (2SLS IV) untuk mengatasi potensi hubungan sebab akibat antara pembangunan SEZ dan kualitas tata kelola daerah.
Peneliti menggabungkan tiga sumber data utama, yakni data kawasan ekonomi khusus dari Kementerian Perencanaan dan Investasi Vietnam, lebih dari 5,5 juta observasi perusahaan manufaktur dari Vietnam Enterprise Surveys periode 2000 hingga 2020, serta indikator Provincial Competitiveness Index (PCI) yang mengukur kualitas tata kelola ekonomi daerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Purbaya Ungkap Rencana Wilayah Khusus untuk Keuangan Global