Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita China Featured Spesial

    Investor China Mulai Bangun Kawasan Terpadu Rp1,25 T di IKN - Detak Media

    5 min read

     

    Investor asal China, PT Star Bright International Investment, resmi memulai konstruksi proyek kawasan terpadu di Ibu Kota Nusantara. (Foto Dok OIKN)

    Detak.media — JAKARTA, Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat tonggak sejarah baru dalam pembangunannya. Investor asal China, PT Star Bright International Investment, secara resmi memulai konstruksi proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun. Proyek ini menandai realisasi investasi pertama dari perusahaan penanaman modal asing (PMA) di IKN dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

    Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang investasi, pengembangan properti, dan manajemen proyek berskala internasional ini akan menggarap konstruksi di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Lokasi proyek ini dinilai sangat strategis karena berada di jantung kawasan pemerintahan Nusantara.

    “Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita dapat melihat Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada tahun 2028,” ujar Basuki dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

    Dalam pelaksanaannya, Star Bright International Investment bekerja sama dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., sebuah perusahaan dari Sichuan, China, yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengelolaan proyek konstruksi. Basuki menambahkan, kehadiran investor yang telah memasuki tahap realisasi investasi ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha internasional terhadap pembangunan IKN.

    Proyek seluas 15.501 meter persegi ini akan menghadirkan kawasan terpadu yang mencakup apartemen, restoran, area ritel, dan perkantoran. Hunian apartemen akan tersedia dalam pilihan satu hingga tiga kamar tidur, dilengkapi ruang keluarga, serta fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, dan ruang terbuka hijau. Seluruh kawasan dirancang dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan prinsip pembangunan IKN.

    Direktur Utama Star Bright International Investment, Lu Keming, mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan Nusantara. “Saya memiliki pengalaman melihat pembangunan kota dari kondisi awal yang masih kosong. Saya yakin IKN akan menjadi kota yang indah karena dibangun dari awal. Tim dari China juga tertarik untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata,” ujar Lu Keming.

    Pelaksanaan proyek ini juga melibatkan kontraktor asal Kalimantan Timur, sebagai bagian dari komitmen untuk memberdayakan pelaku usaha lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada kesempatan yang sama, PT Dian Jaya Indonesia, perusahaan penanaman modal asing asal Korea Selatan, yang juga akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan yang sama, turut hadir.

    Pusat Ekonomi Baru

    Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai masuknya investor asing dengan nilai investasi Rp1,25 triliun ke IKN menjadi momentum penting dalam pembentukan pusat atau kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Ia berpendapat bahwa investasi ini tidak hanya berdampak pada pembangunan kawasan inti, tetapi juga berpotensi mendorong perkembangan ekonomi wilayah sekitar melalui peningkatan infrastruktur dan konektivitas.

    “Kalau investasi masuk ke IKN saya rasa ini mendorong tumbuhnya kutub-kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah,” ujar Esther saat dihubungi Antara. Menurutnya, kehadiran investasi di IKN akan memperkuat ekosistem pendukung ekonomi kawasan. Pembangunan infrastruktur seperti akses jalan, konektivitas, serta jaringan listrik pintar diharapkan dapat membuka peluang baru bagi aktivitas usaha dan investasi di daerah sekitar.

    Pengamat infrastruktur perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengatakan kehadiran investor China dalam merealisasikan pembangunan konstruksi di IKN menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap Ibu Kota Nusantara. “Dengan hadirnya investor tersebut menunjukkan bahwa komitmen pemerintah itu berjalan sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor lain yang ingin berinvestasi di IKN,” ucapnya kepada Investor Daily.

    Yayat menambahkan, IKN harus berjalan dan idealnya mendapatkan dukungan semua pihak, terutama dari pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa mega proyek ini telah menjadi sorotan dan harus berjalan lancar, mengingat besarnya dana APBN yang telah digelontorkan. “Ini harus berjalan karena duit APBN sudah sangat besar digelontorkan. Belum lagi investor asing dan investor dalam negeri. Saya kira pemerintah akan mempertimbangkan persoalan ini,” ungkapnya.

    Ia menyarankan agar pembangunan IKN diatur secara bertahap disertai pengawasan ketat dari Otorita IKN. “Apalagi kita melihat Kepala Otorita IKN ini memiliki network yang kuat pada berbagi stakeholder dalam dan luar negeri. Meski pelan, ini akan menjadi sejarah jika memang mampu diselesaikan dengan komitmen bersama,” pungkasnya.

    Pembangunan Tahap II

    Otorita IKN terus mempercepat pembangunan fisik Tahap II untuk mewujudkan target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025. Basuki menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan keselamatan kerja dan menjaga kualitas hasil pembangunan.

    “K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Basuki.

    Pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan oleh kementerian, APBN melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta. Pembangunan yang didanai APBN tidak hanya dilaksanakan oleh Otorita IKN, tetapi juga didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

    Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik. Sembilan paket telah selesai di 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi, dan 16 paket dalam tahap persiapan lelang. Paket-paket konstruksi meliputi pembangunan gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga jaringan perpipaan air minum.

    Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik, dengan capaian 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam proses konstruksi. Beberapa proyek strategis yang berjalan antara lain pembangunan Jalan Tol IKN, Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta jalan pendukung lainnya.

    Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan, di mana 11 paket telah selesai dan 1 paket masih dalam tahap konstruksi, yaitu pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi.

    Dari skema investasi swasta, hingga saat ini 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari jumlah tersebut, sembilan proyek telah selesai dibangun, sementara enam proyek sedang memasuki tahap konstruksi. Proyek-proyek tersebut di antaranya Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.

    Melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas tujuh sektor hunian dan enam sektor jalan. Dalam waktu dekat, skema ini akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.

    Komentar
    Additional JS