Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Brebes Featured Jawa Tengah Spesial

    Jateng Kian Dilirik Investor, Peternakan Sapi Perah Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes - Times Indonesia

    4 min read

     


    A-AA+

    BREBES – Peternakan sapi perah terpadu berkapasitas 30 ribu ekor mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Proyek senilai sekitar Rp1,2 triliun yang dikembangkan PT Global Dairi Bersama itu ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Senin (20/7/2026).

    Groundbreaking dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri.

    Peternakan terpadu tersebut dibangun di atas lahan seluas 710 hektare. Selain menampung sekitar 30 ribu ekor sapi perah, kawasan itu juga dilengkapi fasilitas pengolahan susu, pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk, serta sentra produksi pakan ternak.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, proyek tersebut menjadi salah satu investasi strategis yang diharapkan memperkuat industri persusuan nasional.

    "Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Jadi Jawa Tengah akan lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan susu, apalagi didukung oleh Menteri Pertanian," ujarnya.

    Menurut Luthfi, investasi tersebut akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat industri persusuan nasional. Saat ini populasi sapi perah di Jawa Tengah mencapai sekitar 77.566 ekor dengan produksi susu sekitar 78.465 ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan susu di provinsi tersebut mencapai sekitar 94.730 ton per tahun.

    Ia meyakini produksi susu dari peternakan baru itu mampu memenuhi kebutuhan susu di Jawa Tengah sekaligus berkontribusi terhadap pasokan nasional.

    "Selama ini Jawa Tengah masih membutuhkan sekitar 22 ribu ton susu per tahun yang dipasok dari provinsi lain. Ketika peternakan ini beroperasi, kebutuhan tersebut diperkirakan tidak hanya terpenuhi, tetapi juga menghasilkan surplus," katanya.

    Selain meningkatkan produksi susu, Luthfi menilai investasi tersebut memperkuat daya tarik Jawa Tengah sebagai tujuan investasi. Menurut dia, iklim investasi yang kondusif, kemudahan perizinan, dan ketersediaan tenaga kerja menjadi faktor yang mendorong investor menanamkan modal di provinsi tersebut.

    "Jawa Tengah kini menjadi salah satu tujuan investasi, baik industri padat karya maupun padat modal. Proyek ini termasuk investasi padat modal yang tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi besar, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar," ujarnya.

    CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, mengatakan pembangunan PT Global Dairi Bersama merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada susu nasional.

    Menurut dia, kawasan peternakan terpadu tersebut diharapkan membentuk ekosistem industri susu yang mandiri dan kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedesaan Jawa Tengah.

    "Kami memilih Brebes karena memiliki potensi agraris yang besar, etos kerja masyarakat yang tinggi, serta mendapat dukungan positif dari pemerintah daerah," katanya.

    Ihsan menjelaskan, peternakan berkapasitas 30 ribu ekor sapi perah itu ditargetkan mampu memproduksi sekitar 180 ribu ton susu segar per tahun. Produksi tersebut diproyeksikan mengangkat Jawa Tengah menjadi produsen susu terbesar kedua di Indonesia.

    Ia juga menyebut keberadaan peternakan itu akan meningkatkan populasi sapi perah di Jawa Tengah sekitar 32 persen dan mendorong kenaikan produksi susu segar secara signifikan.

    Dalam operasionalnya, PT Global Dairi Bersama akan menggandeng masyarakat melalui tiga skema kemitraan, yakni pengembangan sapi pejantan untuk produksi daging, pengelolaan sapi perah dengan produksi di bawah 15 liter per hari yang hasil susunya diserap perusahaan, serta kemitraan dalam penyediaan pakan ternak.

    Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kebutuhan susu nasional terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan gizi masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah maupun impor.

    Ia optimistis model peternakan terpadu yang dikembangkan PT Global Dairi Bersama dapat mempercepat terwujudnya swasembada susu di Jawa Tengah dan Indonesia. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS