Ilustrasi. ANTARA/Narwati

Dengarkan dgn suara Siap

4.8K pembaca

PALEMBANG (kabarpublik.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mencatat sebanyak 628 kasus Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) hingga pekan ke-23 atau Juni 2026. Jumlah tersebut terus meningkat dengan penambahan puluhan kasus setiap pekan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, mengatakan lonjakan kasus mulai terlihat sejak April 2026 dan hingga kini tren penularannya masih berlangsung.

“Hingga pekan ke-23, tercatat 628 kasus HFMD di Sumatera Selatan. Setiap pekan masih ditemukan penambahan kasus dalam jumlah puluhan,” ujarnya di Palembang, Rabu (15/7).

Data Dinkes Sumsel menunjukkan bahwa pada Januari hingga Maret jumlah kasus masih tergolong rendah, yakni berkisar antara satu hingga 19 kasus per pekan. Namun, memasuki April terjadi peningkatan signifikan yang berlanjut hingga Juni.

Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 118 kasus. Disusul Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebanyak 82 kasus, Kabupaten Musi Banyuasin dan Kota Prabumulih masing-masing 78 kasus, Kabupaten Muara Enim 65 kasus, Kabupaten Lahat 62 kasus, serta Kota Lubuklinggau 54 kasus.

Sementara itu, Kabupaten Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Timur, dan Musi Rawas Utara mencatat jumlah kasus paling sedikit, masing-masing tiga kasus.

Menurut Ira, HFMD merupakan penyakit musiman yang umumnya meningkat saat masa pancaroba, baik peralihan dari musim hujan ke kemarau maupun sebaliknya. Penularan juga lebih mudah terjadi di lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya anak-anak, seperti ruang berpendingin udara dan taman bermain dalam ruangan.

Flu Singapura merupakan infeksi virus yang paling sering menyerang bayi dan anak usia di bawah lima hingga tujuh tahun. Meski demikian, orang dewasa juga berisiko tertular apabila tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Gejala HFMD meliputi demam, sariawan pada lidah, gusi, atau bagian dalam pipi, ruam atau lepuhan di sekitar mulut, telapak tangan, telapak kaki, hingga bokong, serta nyeri tenggorokan. Masa inkubasi virus berlangsung sekitar tiga hingga enam hari setelah terpapar.

Dinkes Sumsel mengimbau orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala HFMD agar mendapat penanganan sedini mungkin. Masyarakat juga diminta mewaspadai tanda-tanda komplikasi seperti tubuh lemas, kejang, sesak napas, serta tangan dan kaki terasa dingin karena kondisi tersebut memerlukan penanganan segera di rumah sakit.