Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kasus Spesial

    Kisah Pramugari Dititipi Barang Tak Tahu Isinya Narkoba, Ditangkap Saat Mendarat di Australia, - Tribunnews

    6 min read

     


    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Seorang pramugari Thai Airways berinisial Meena ditangkap di Melbourne setelah kedapatan membawa hampir 1 kilogram heroin senilai sekitar Rp5,9 miliar yang disembunyikan dalam tas titipan.
    • Meena mengaku tidak mengetahui isi barang tersebut dan hanya diminta mengantarkan 12 tas.
    • Otoritas Thailand menduga ia dimanfaatkan sindikat narkoba lintas negara.
    • Sementara penyelidikan bersama aparat Australia terus mengusut jaringan dan penerima barang.

    TRIBUNNEWS.COM, THAILAND - Seorang pramugari Thai Airways mendadak dihentikan di Bandara Melbourne, Australia, pada 25 Juni lalu.

    Dia digeledah petugas bandara dan ditemukan membawa sekitar 1 kilogram heroin, yang diperkirakan bernilai lebih dari 11 juta baht (Rp 5,9 miliar).

    Narkoba itu disembunyikan di lapisan tas jinjing barang bawaannya.

    Pramugari itu diidentifikasi bernama Meena.

    Sang pramugari kepada petugas bandara mengaku membawa 12 tas jinjing.

    Dia disewa seseorang yang tidak dikenal membawa barang itu ke penerima yang juga tidak dikenal di Australia.

    "Yang membuat kasus ini menarik adalah bagaimana kasus ini ditangani di Thailand," demikian Bangkok Post melaporkan, Sabtu (4/7/2026).

    Belum terjawab apakah sang pramugari memang sengaja mengangkut barang selundupan tersebut atau apakah dia ditipu untuk melakukannya.

    Kantor Badan Pengawasan Narkotika (ONCB) Thailand menyatakan bahwa mereka tidak dapat menemukan bukti apa pun yang menunjukkan bahwa pramugari tersebut adalah pengedar narkoba sebenarnya.

    Sehingga memperkuat dugaan dia korban dari operasi narkoba transnasional.

    Wakil Direktur Jenderal ONCB, Areepak Ngernbamroong, menegaskan bahwa belum diketahui mengapa wanita itu mengambil risiko membawa tas jinjing dari orang asing. 

    Sebagian besar awak penerbangan Thailand, katanya, akan menolak membawa barang dari pihak yang tidak dikenal.

    Bahkan pengacara selebriti Decha Kittivittayanan meluangkan waktu untuk berbicara tentang aspek kasus ini. 

    “Saya yakin pramugari Thai Airways itu ditipu dan dimanfaatkan oleh penjahat karena dia secara terbuka mengizinkan 12 tasnya diperiksa,” katanya.

    “Saya yakin dia tidak menyadari bahwa ada narkotika di dalam tas-tas itu dan saya berharap yang terbaik untuknya agar dibebaskan dari kasus ini.”

    "pramugari tersebut kemungkinan besar adalah pion yang tidak sadarkan diri dalam perdagangan narkoba."

    Wanita itu  dalam wawancara dengan penyelidik Australia tetap menyatakan tidak mengetahui isi tas yang dia bawah.

    Sekalipun terbukti benar bahwa dia benar-benar tertipu untuk mengangkut tas berisi narkoba, sebagai karyawan maskapai penerbangan profesional, Meena seharusnya lebih bijak dan tidak mengambil tanggung jawab atas barang milik pihak ketiga.

    Diinvesitasi khusus

    Sekretaris Jenderal Kantor Badan Pengawasan Narkotika (ONCB) Thailand, Mayor Polisi Suriya Singhakamol, mengkonfirmasi bahwa kasus yang melibatkan Meena akan diinvestigasi khusus.

    Dia mengatakan bahwa skala operasi tersebut, yang melibatkan perekrutan, pengemasan, pengangkutan, dan distribusi ke luar negeri di berbagai yurisdiksi, memenuhi kriteria jaringan kejahatan transnasional terorganisir.

    Direktur Divisi Pemberantasan Narkotika ONCB, Kanisorn Papeeranon, mengatakan langkah ini akan memperkuat koordinasi dengan mitra internasional, khususnya Kepolisian Federal Australia.

    Kanisorn membenarkan bahwa para penyelidik telah mengidentifikasi seorang penerima yang berbasis di Melbourne yang disebut sebagai "Dear", seorang wanita yang diyakini terkait dengan rencana penyerahan pengiriman heroin tersebut.

    Dia mengatakan bahwa informasi intelijen menunjukkan kiriman tersebut terdiri dari 12 tas kain bordir bermotif gajah Otop, salah satunya ditemukan berisi narkotika, sementara yang lainnya masih dalam pemeriksaan.

    Paket tersebut diduga diatur melalui akun Facebook bernama "Rose Rose", yang menyewa Meena untuk mengangkut barang-barang tersebut dengan kedok produk Otop komersial.

    Biayanya adalah 3.400 baht, menurut Letnan Jenderal Polisi Theeradej Thamsuthee, wakil komandan Kepolisian Metropolitan.

    Kanisorn mengatakan para penyelidik meyakini titik transfer terakhir adalah sebuah hotel di Melbourne, meskipun rincian kontak dan pengaturan pertemuan yang tepat untuk "Dear" masih belum terverifikasi karena bukti digital yang tidak lengkap.

    Sumber: Bangkok Post

    Komentar
    Additional JS