Korban Tewas Akibat Bentrokan di Adonara NTT Bertambah Jadi Tiga, Mediasi Damai Terus Diupayakan - Tribunnews

Ringkasan Berita:
- Bentrokan yang kembali pecah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memakan korban.
- Setelah proses evakuasi dilakukan, jumlah korban meninggal dunia kini bertambah menjadi tiga orang.
- Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, mengatakan pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini memprioritaskan penanganan para korban, sembari terus mengupayakan perdamaian antara kedua desa yang bertikai.
TRIBUNNEWS.COM, NTT - Bentrokan yang kembali pecah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memakan korban.
Setelah proses evakuasi dilakukan, jumlah korban meninggal dunia kini bertambah menjadi tiga orang.
Baca juga: Pospera Minta Pemkab TTS NTT Percepat Penyelesaian Bantuan Rumah untuk Warga Desa Kuatae
Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, mengatakan pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini memprioritaskan penanganan para korban, sembari terus mengupayakan perdamaian antara kedua desa yang bertikai.
"Korban tiga orang, fokus hari ini untuk korban yang meninggal. Mediasi damai tetap kita lakukan tanpa lelah," kata Ignasius Boli Uran, Sabtu (18/7/2026).
Baca juga: Pemerintah Kirim Ribuan Mahasiswa ke NTT untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Ignasius menjelaskan, satu korban asal Desa Narasaosina yang sebelumnya tergeletak di jalan karena sulit dievakuasi akhirnya berhasil dipindahkan ke kampung halamannya. Sementara itu, dua korban lainnya telah dimakamkan oleh keluarga.
Dari tiga korban jiwa tersebut, dua orang berasal dari Desa Narasaosina dan satu orang merupakan warga Desa Waiburak.
Aparat TNI dan Polri terus berjaga di lokasi bentrokan untuk mencegah konflik meluas. Polda NTT juga memperkuat pengamanan dengan mengerahkan satu peleton Brimob Kompi 4 Batalyon B Pelopor dari Maumere ke Kecamatan Adonara Timur.
Sebanyak 32 personel Brimob diterjunkan untuk membantu mengendalikan situasi dan menjaga keamanan di wilayah yang kembali dilanda konflik tersebut.
Bentrokan kali ini menambah daftar panjang konflik antarwarga di Adonara Timur. Pada Mei 2026, bentrokan serupa juga terjadi hingga menyebabkan sejumlah rumah terbakar dan puluhan warga terluka akibat tembakan peluru rakitan.
Pascainsiden tersebut, pemerintah daerah bersama aparat keamanan sempat memfasilitasi mediasi damai. Kedua desa yang berkonflik bahkan menyerahkan sejumlah senjata rakitan kepada polisi sebagai bagian dari komitmen menghentikan kekerasan.
Namun, konflik kembali pecah dan kini telah menelan tiga korban jiwa.
Baca juga: Aktivitas Terkini Gunung Lewotobi di NTT, Status Level III Siaga, Abu Vulkanik Capai 200 Meter
Konflik Sengketa Tanah
Konflik yang dipicu sengketa tanah ulayat antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali terjadi pada Sabtu (18/7/2026).
Komandan Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Charles Marion Bere melalui Wadanki 4 Batalyon B Pelopor Brimob Polda NTT, Iptu Simon Hedo, mengatakan konflik tersebut berkaitan dengan sengketa tanah ulayat yang sebelumnya juga pernah terjadi.
“Dari informasi yang kami monitor, korban meninggal masing-masing satu orang dari Narasaosina dan satu orang dari Waiburak. Konflik ini sudah terjadi untuk kedua kalinya. Yang pertama pada Maret lalu, dan sekarang kembali pecah. Permasalahan utamanya adalah sengketa tanah ulayat,” kata Simon.
Selain menimbulkan korban jiwa, konflik juga menyebabkan sejumlah rumah terbakar. Beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan penanganan.
Hingga Sabtu siang, situasi di Pulau Adonara dilaporkan belum sepenuhnya kondusif. Warga masih diliputi trauma sehingga aktivitas masyarakat belum kembali normal.
Aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus melakukan pengamanan dan pendekatan kepada warga agar situasi dapat kembali aman.
Tokoh masyarakat dan tokoh adat juga diharapkan berperan aktif mendorong penyelesaian sengketa melalui dialog damai.
Konflik serupa sebelumnya terjadi pada Mei 2026. Setelah peristiwa itu, aparat keamanan dan pemerintah daerah telah memfasilitasi mediasi antara kedua desa, termasuk penyerahan senjata rakitan kepada kepolisian. Upaya perdamaian tersebut kini kembali didorong agar konflik tidak berulang.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunflores.com dengan judul Bentrok di Adonara Flores Timur NTT 3 Orang Sudah Tewas