Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    Kronologi Kapal Tenggelam di Selayar Tewaskan 1 Orang dan 24 Lainnya Hilang - Kompas

    2 min read

     


    Selayar -

    Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), usai mengalami mati mesin di tengah pelayaran. Sebanyak 47 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi, satu diantaranya meninggal dunia, sementara 24 orang lainnya masih dalam pencarian.

    KLM Nurul Salsa awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Kapal kemudian mengalami gangguan mesin saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.

    "Kapal mati mesin sebelum tenggelam di perairan barat Pulau Polassi. Setelah mati mesin, kapal kemudian tenggelam," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar dalam keterangannya, Kamis (16/7).

    Arif mengatakan tim SAR gabungan langsung dikerahkan setelah menerima laporan kapal mengalami mati mesin. Kapal Motor (KM) Harapan Kita yang melewati jalur yang sama kemudian menemukan korban sekitar 18 nautical mile dari lokasi kejadian.

    "Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal," ujar Arif.

    Arif mengungkapkan, sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi KM Harapan Kita, termasuk awak kapal. Sementara 6 orang lainnya diselamatkan kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi dan dievakuasi ke Pulau Polassi.

    Berdasarkan data sementara, total korban yang telah ditemukan mencapai 47 orang. Dari jumlah tersebut, 46 orang selamat dan seorang penumpang ditemukan meninggal dunia.

    Namun, setelah dilakukan pendataan ulang bersama pihak terkait, jumlah penumpang dan awak kapal ternyata mencapai 70 orang. Dengan demikian, masih ada 24 orang yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.

    "Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 70 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang," jelas Arif.

    Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Basarnas Makassar, TNI AL, KRI Marlin-877, KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta kapal-kapal nelayan di sekitar lokasi.

    Arif menegaskan pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir lokasi kejadian berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning (Sarmap). Dia berharap seluruh korban yang masih hilang segera ditemukan.

    "Kami mohon doanya, mudah-mudahan tim SAR gabungan bisa secepatnya menemukan korban yang masih dalam pencarian. Tapi data korban ini masih belum valid, karena pihak tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga" pungkasnya.

    (hsr/sar)

    Komentar
    Additional JS