Mata Juling hingga Katarak, Ini 7 Gangguan Penglihatan yang Jangan Sampai Diabaikan - Viva
Jakarta, VIVA – Mata merupakan salah satu organ penting yang berperan besar dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Melalui penglihatan yang baik, seseorang dapat belajar, bekerja, berkendara, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan lebih nyaman.
Baca Juga
Karena itu, menjaga kesehatan mata menjadi hal yang tidak boleh diabaikan sejak usia dini. Sayangnya, masih banyak gangguan penglihatan yang sering dianggap sepele atau bahkan tidak disadari keberadaannya.
Salah satunya adalah strabismus atau mata juling yang kerap dianggap hanya berkaitan dengan penampilan. Padahal, kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi penglihatan apabila tidak ditangani dengan tepat.
Baca Juga
Selain mata juling, terdapat berbagai gangguan penglihatan lain yang juga perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kualitas hidup penderitanya.
Berikut beberapa gangguan penglihatan yang penting untuk dikenali, sebagaimana dihimpun Viva pada Kamis, 25 Juni 2026.
Baca Juga
1. Rabun Jauh
Rabun jauh atau miopia merupakan kondisi ketika seseorang dapat melihat objek dekat dengan jelas, tetapi kesulitan melihat objek yang berada pada jarak jauh. Gangguan ini menjadi salah satu masalah penglihatan yang paling umum terjadi di berbagai kelompok usia.
Gejalanya antara lain sering menyipitkan mata saat melihat benda yang jauh, kesulitan membaca tulisan di papan atau layar, serta mata mudah lelah. Kondisi ini umumnya dapat dikoreksi menggunakan kacamata, lensa kontak, atau tindakan medis tertentu sesuai anjuran dokter.
2. Rabun Dekat
Berbeda dengan miopia, hipermetropia atau rabun dekat membuat penderitanya lebih sulit melihat objek yang berada dekat. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami ketidaknyamanan saat membaca atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan fokus pada jarak dekat.
Gangguan ini dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan mata cepat lelah dan menurunkan kenyamanan saat beraktivitas.
3. Astigmatisme atau Mata Silinder
Astigmatisme terjadi akibat bentuk kornea atau lensa mata yang tidak sempurna sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan baik. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur atau tampak berbayang.
Penderita mata silinder sering mengeluhkan sakit kepala, mata tegang, serta kesulitan melihat objek dengan jelas baik pada jarak dekat maupun jauh. Gangguan ini juga cukup sering terjadi bersamaan dengan rabun jauh atau rabun dekat.
4. Presbiopi atau Mata Tua
Presbiopi merupakan kondisi yang umumnya muncul seiring bertambahnya usia. Gangguan ini terjadi ketika lensa mata kehilangan elastisitasnya sehingga kemampuan fokus pada objek dekat menurun.
Gejala yang paling sering dirasakan adalah kesulitan membaca tulisan kecil dan kebiasaan menjauhkan buku atau ponsel agar tulisan terlihat lebih jelas. Presbiopi biasanya mulai muncul pada usia 40 tahun ke atas dan merupakan bagian dari proses penuaan alami.
5. Strabismus atau Mata Juling
Strabismus atau mata juling merupakan kondisi ketika posisi kedua mata tidak sejajar dan tidak dapat fokus pada titik yang sama secara bersamaan. Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Pada sebagian kasus, satu mata dapat mengarah lurus ke depan, sementara mata lainnya mengarah ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah. Banyak orang masih menganggap mata juling hanya berkaitan dengan penampilan.
Padahal, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan melihat dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan lain apabila tidak ditangani dengan tepat. Pentingnya deteksi dini mata juling juga menjadi salah satu fokus dalam berbagai kampanye edukasi kesehatan mata. “Kami ingin mengajak orang tua dan masyarakat untuk memahami bahwa mata juling bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang perlu diperiksa. Semakin dini diketahui, semakin besar peluang anak mendapatkan tata laksana yang sesuai dan hasil yang lebih optimal,” kata Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD selaku Direktur Pengembangan & Pendidikan, JEC Group.
Gejala strabismus tidak selalu terlihat setiap saat. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat muncul ketika seseorang sedang lelah, mengantuk, atau kurang sehat. Karena itu, pemeriksaan mata secara rutin penting dilakukan untuk membantu mendeteksi gangguan ini sejak dini.
6. Ambliopia atau Mata Malas
Ambliopia atau mata malas merupakan kondisi ketika salah satu mata memiliki kemampuan penglihatan yang lebih lemah dibandingkan mata lainnya. Hal ini terjadi karena otak lebih banyak menggunakan informasi visual dari satu mata sehingga perkembangan penglihatan pada mata yang lebih lemah menjadi terhambat.
Gangguan ini sering ditemukan pada anak-anak dan dapat berkaitan dengan mata juling maupun kelainan refraksi yang tidak terkoreksi. Jika diketahui lebih awal, peluang keberhasilan penanganan biasanya lebih baik dibandingkan ketika kondisi sudah berlangsung lama.
7. Katarak
Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat masuk ke mata dengan optimal. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur, redup, atau tampak seperti melihat melalui kaca yang berkabut.
Kondisi ini lebih sering dialami oleh kelompok lanjut usia, meskipun pada beberapa kasus dapat terjadi pada usia yang lebih muda. Seiring perkembangan penyakit, katarak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membaca, mengemudi, maupun mengenali wajah orang lain.
Menjaga kesehatan mata tidak hanya dilakukan ketika keluhan sudah muncul. Pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksi berbagai gangguan penglihatan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Dengan mengenali berbagai jenis gangguan penglihatan sejak dini, Anda dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kualitas penglihatan dan kesehatan mata dalam jangka panjang.
![]()
Lansia Perlu Waspada, Ketahui Penyakit Mata yang Diam-Diam Sebabkan Kebutaan
Glaukoma menjadi salah satu penyakit mata yang perlu diwaspadai, terutama oleh kelompok lanjut usia (lansia). Penyakit ini dikenal sebagai salah satu penyebab kebutaan.

VIVA.co.id
18 Juli 2026