Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Ayatollah Ali Khamenei Berita Dunia Internasional Featured Spesial

    Pemakaman Ali Khamenei Digelar 4-9 Juli 2026, Iran Siapkan Upacara Besar - Tribunnews

    11 min read

     


    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Iran akan menggelar pemakaman Ali Khamenei pada 4–9 Juli 2026, yang disebut sebagai prosesi terbesar dalam sejarah Republik Islam.
    • Rangkaian upacara berlangsung di Teheran, Qom, Irak, dan berakhir dengan pemakaman di Mashhad pada 9 Juli.
    • Pemerintah memperketat pengamanan dengan mengerahkan Basij dan Garda Revolusi serta menyiapkan berbagai fasilitas bagi jutaan pelayat.
    • Pakistan dipastikan mengirim delegasi resmi, sementara kehadiran pemimpin negara lain masih belum diumumkan.

    TRIBUNNEWS.COM - Iran sedang mempersiapkan upacara pemakaman terbesar dalam sejarahnya, sebuah upacara yang akan diadakan selama enam hari di lima kota di Iran dan Irak.

    Hampir empat bulan setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei terbunuh dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026, Iran kini menghitung hari untuk memakamkan mendiang pemimpinnya tersebut.

    Pemerintah Iran telah menetapkan prosesi penghormatan terakhir untuk Ali Khamenei dijadwalkan dimulai tanggal 4 Juli 2026 dan berakhir dengan pemakaman di kota kelahirannya, Mashhad, Iran pada 9 Juli 2026.

    Iman Attarzadeh, juru bicara Markas Besar Khusus untuk Pemakaman dan Penguburan Ali Khamenei, mengatakan jenazah Ali Khamenei telah diawetkan selama beberapa bulan terakhir.

    "Jenazah telah diawetkan dengan penuh hormat dan hati-hati, sesuai dengan standar Islam dan hukum, dan jenazah tersebut tidak dikuburkan atau disimpan di suatu tempat," katanya, Rabu (1/7/2026).

    Rangkaian pemakaman tersebut disiapkan di tengah pengamanan ketat, dan berlangsung saat Iran masih menjalani proses diplomasi dengan Amerika Serikat mengenai implementasi nota kesepahaman (MoU) setelah perang.

    Putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei yang kini menggantikan posisinya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, belum diketahui apakah akan menghadiri upacara pemakaman ayahnya.

    Beberapa media Barat sebelumnya melaporkan Mojtaba Khamenei mengalami luka serius dalam serangan yang menewaskan ayahnya, namun laporan tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Iran.

    Mediator AS-Iran, Pakistan, telah memastikan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif akan mengirim delegasi resmi.

    Kehadiran pemimpin negara lain, termasuk dari Rusia, China, dan negara-negara Teluk, hingga kini masih belum diumumkan secara resmi.

    Baca juga: Qatar: AS-Iran akan Lanjutkan Pembicaraan setelah Pemakaman Ali Khamenei

    Rangkaian Upacara Pemakaman Ali Khamenei

    Para pejabat Iran memperkirakan antara 8 hingga 10 juta orang akan menghadiri pemakaman Ali Khamenei.

    Organisasi Basij bertanggung jawab untuk mengoordinasikan logistik, sementara jalan raya Teheran akan diubah menjadi tempat parkir sementara.

    Selain itu, masjid, sekolah, aula olahraga, serta universitas di Teheran akan digunakan untuk menampung para pelayat.

    Masing-masing dari 22 distrik kota di Teheran akan menjadi tuan rumah bagi para pelayat dari salah satu dari 31 provinsi di negara itu.

    Sementara penerbangan diperkirakan akan dibatalkan dan kontrol ketat terhadap masuk ke kota-kota besar diperkirakan akan diberlakukan.

    Garda Revolusi Iran (IRGC) kemungkinan akan bertanggung jawab atas keamanan dan pengendalian massa di kota-kota besar.

    Selain itu, sebuah komite yang dipersiapkan oleh Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref telah mengawasi persiapan selama beberapa minggu, menurut laporan Euro News.

    1. Dimulai di Teheran, Iran

    Pada 4-5 Juli, upacara penghormatan terakhir akan diawali di Kompleks Mosalla, Teheran, yang selama ini menjadi lokasi berbagai acara kenegaraan dan keagamaan Republik Islam Iran.

    Kemudian, prosesi pemakaman utama di ibu kota dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli 2026, dengan iring-iringan jenazah melintasi rute sekitar 10 kilometer dari Lapangan Imam Hossein menuju Lapangan Azadi.

    Wali Kota Teheran memperkirakan jutaan warga akan menghadiri prosesi tersebut.

    2. Dilanjutkan ke Qom, Iran

    Setelah prosesi di Teheran, jenazah Ali Khamenei akan dibawa ke kota suci Qom pada 7 Juli 2026.

    Gubernur Qom, Akbar Behnamjoo, mengatakan upacara di kota tersebut akan dimulai lebih awal untuk menghindari cuaca yang sangat panas.

    "Kami mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam upacara tersebut pada dini hari," kata Behnamjoo, Rabu (1/7/2026).

    Ia menjelaskan prosesi akan dimulai sekitar pukul 05.00 waktu setempat di Qom.

    "Sebaiknya upacara dimulai paling lambat pukul 05.00 agar seluruh rangkaian dapat diselesaikan sebelum suhu meningkat sangat tinggi pada siang hari," ujarnya.

    Behnamjoo juga mengajak para ulama, tokoh revolusi, dan masyarakat menghadiri prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pemimpin Iran tersebut, lapor IRNA.

    3. Prosesi Berlanjut ke Irak

    Setelah dari Qom, jenazah Ali Khamenei dijadwalkan diterbangkan ke Irak pada 8 Juli 2026.

    Pemerintah Iran merencanakan upacara penghormatan di empat kota suci umat Syiah, yakni Baghdad, Kadhimiyah, Najaf, dan Karbala.

    Persiapan prosesi di Irak dilakukan setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melakukan koordinasi dengan otoritas setempat dalam kunjungannya beberapa waktu lalu.

    4. Dimakamkan di Mashhad, Iran

    Puncak rangkaian pemakaman akan berlangsung pada 9 Juli 2026 di Mashhad, kota kelahiran Ali Khamenei sekaligus lokasi Makam Imam Reza yang menjadi salah satu tempat paling suci bagi umat Syiah.

    Pemerintah Iran memperkirakan antara delapan hingga sepuluh juta orang akan menghadiri prosesi pemakaman terakhir tersebut.

    Latar Belakang Perang AS-Israel VS Iran

    Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada 28 Februari 2026 setelah Washington bersama Tel Aviv menyerang sejumlah fasilitas strategis Iran menyusul gagalnya perundingan mengenai program nuklir di Jenewa.

    Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun, Teheran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya ditujukan untuk kepentingan damai, seperti penelitian ilmiah dan pengembangan energi sipil.

    Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, wafat. Tongkat kepemimpinan kemudian diteruskan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

    Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan ke sejumlah wilayah di Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia. Selain itu, Teheran juga memperketat pengawasan terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi energi dunia.

    Konflik kian meluas setelah Hizbullah membuka front pertempuran dari Lebanon. Israel merespons dengan menggempur Beirut serta beberapa wilayah di Lebanon selatan melalui serangan udara.

    Setelah hampir 40 hari pertempuran berlangsung, Pakistan berhasil memediasi kedua pihak hingga tercapai gencatan senjata sementara pada 8 April 2026. Kesepakatan itu menjadi awal dibukanya kembali komunikasi diplomatik antara Washington dan Teheran.

    Upaya diplomasi terus berlanjut hingga Amerika Serikat dan Iran secara terpisah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni 2026.

    Presiden AS Donald Trump menandatangani dokumen tersebut di Paris, Prancis, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani dokumen serupa di Teheran.

    Meskipun sempat memanas akibat tuduhan Washington bahwa Iran menyerang kapal dagang Kiku di Selat Hormuz, kedua negara sepakat untuk tetap melanjutkan jalur diplomasi.

    Pada 1 Juli 2026, Qatar mengumumkan pembahasan implementasi nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

    Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan pertemuan di Doha yang dimediasi Qatar dan Pakistan telah selesai tanpa adanya dialog langsung antara delegasi Iran dan Amerika Serikat.

    Qatar menyatakan putaran perundingan berikutnya akan dilanjutkan setelah seluruh rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran selesai dilaksanakan.

    Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut proses negosiasi berlangsung "sangat baik", namun menegaskan Washington tetap memiliki berbagai opsi apabila diplomasi tidak mencapai hasil yang diharapkan.

    Di tengah berlanjutnya upaya diplomatik, situasi keamanan di Timur Tengah masih belum sepenuhnya stabil.

    Israel dilaporkan meledakkan bom besar di Lebanon selatan, Amerika Serikat menandatangani perjanjian pembangunan kompleks kedutaan baru di Yerusalem, dan dua serangan drone Israel di Gaza dilaporkan menewaskan lima warga Palestina.

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

    Komentar
    Additional JS