Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Ayatollah Ali Khamenei Berita Featured Spesial

    Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai, Seruan Pembalasan dan Bunuh Trump Menggema - Kompas

    4 min read

     Close Ads x

    Kompas.tv - 4 Juli 2026, 14:30 WIB

    pemakaman-ayatollah-ali-khamenei-dimulai-seruan-pembalasan-dan-bunuh-trump-menggema

    Kerumunan massa menghadiri dimulainya rangkaian upacara pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari di Grand Mosalla, Teheran, Sabtu (4/7/2026). (Sumber: AP Photo/Altaf Qadri)

    Penulis : Haryo Jati | Editor : Deni Muliya

    TEHERAN, KOMPAS.TV - Pemakaman eks pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah dimulai di Teheran.

    Teriakan “pembalasan” pun menggema jelang pemakaman ayah dari pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei.

    Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dimulai di Teheran, Sabtu (4/7/2026).

    Baca Juga: Mojtaba Khamenei Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayahnya Ayatollah Ali Khamenei karena Alasan Keamanan

    Prosesi pemakaman akan dilakukan selama enam hari.

    Otoritas Iran mengungkapkan peti mati yang berisi jasad Khamenei akan ditempatkan di Grand Mosalla di Teheran.

    Para pelayat memenuhi prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, dan menyerukan pembalasan.

    “Kata-kata kami hanya satu! Pembalasan! Pembalasan!” bunyi seruan tersebut dikutip dari Associated Press.

    Sejumlah pelayat juga datang dengan mengibarkan bendera dengan tulisan "Bunuh Trump" di dalamnya.

    Sebagian orang membawa spanduk dan bendera, sementara papan reklame di seluruh penjuru kota menampilkan gambar KhameneI.

    Kerumunan pria memukuli dada mereka secara berirama sebagai tanda duka, sebuah praktik yang lazim dalam pemakaman Syiah.

    “Saya di sini untuk mengucapkan selamat tinggal terhadap pemimpin tercinta, Ali Khamenei,” ucap Hananeh Mousavi (27 tahun) sambil menangis.

    Ia menghadiri prosesi pemakaman Ali Khamenei bersama ibunya.

    “Saya tidak pernah menyangka akan menyaksikan hari seperti ini. Seandainya saja saya sudah meninggal sebelum tragedi ini terjadi,” ucapnya.

    Pemerintah Iran memperkirakan jutaan orang akan membanjiri Teheran, yang mengingatkan pada prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.

    Panitia proses pemakaman menyemprotkan air ke arah kerumunan dan membagikan minuman dingin untuk membantu warga menghadapi hawa panas.

    “Kami menghadiri pemakaman ini untuk menunjukkan bahwa kami semua berkomitmen membela negara dan agama kami,” ujar Ali Kazemi yang berasal dari Tabriz.

    Ayatollah Ali Khamenei meninggal setelah serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

    Baca Juga: Iran Besrsikeras Kapal Lewat Selat Hormuz Harus Gunakan Rute yang Disetujui, Ancam Respons Tegas

    Khamenei meninggal setelah kediamannya menjadi sasaran serangan AS-Israel.

    Tak lama kemudian, putranya Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran terbaru.

    Namun, Mojtaba Khamenei tak hadir dalam pemakaman sang ayah, karena masalah keamanan.

    Sumber : Associated Press

    Komentar
    Additional JS