Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kota Satelit Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Mau Bangun 12 Kota Satelit Baru, Satu Kota Luasnya 200 Hektar - Kompas

    4 min read

     


    KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto merealisasikan pembangunan kota satelit dalam rangka mengatasi backlog perumahan.

    "Jadi dalam rangka mengatasi backlog perumahan, Bapak Presiden RI akan membuat kutub-kutub kantong-kantong kota baru untuk mengatasi backlog perumahan," ujar Nusron, di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (15/7/2026).

    "Selain hunian vertikal, ada kutub-kutub kantong perumahan baru," kata dia lagi.

    Lokasi Kota Satelit

    Kementerian ATR/BPN sendiri sudah menyiapkan data lahan untuk pembangunan kota satelit.

    Prabowo Singgung yang Tak Percaya Padanya: Enggak Apa-Apa, Yang Penting Indonesia Maju

    "Di mana saja? Mulai di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, di Lampung, kemudian di Banten, di Jawa Barat yakni di Bogor sama Bandung Barat, kemudian Jawa Tengah di Batang, di Jawa Timur yakni Mojokerto sama di Pasuruan, lalu di Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan," beber Nusron.

    Baca juga: Diteken Prabowo, Notaris Pindah Wilayah ke Jakarta Bayar Rp 500 Juta

    Dia juga menyampaikan bahwa terdapat usulan baru, tapi belum masih dalam proses verifikasi yakni tiga lagi provinsi yang mengusulkan.

    Provinsi pengusul itu yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan NTB, tapi sedang dalam proses pengusulan.

    Untuk luas lahan untuk kota satelit, Nusron menyampaikan rata-rata satu kota minimal sekitar 200 hektare.

    Baca juga: Menteri PKP: Program Gentengisasi Akan Langsung Dieksekusi di Bedah Rumah 400.000 Unit

    "Lahannya sudah kita apply dan semua lahan punya negara. Ada punya eks Hak Guna Bangunan atau HGB-nya swasta tapi lagi-lagi tidak kita perpanjang," beber Nusron.

    "Karena mereka sudah kita kasih kesempatan memperpanjang tidak melakukan perpanjangan sehingga kita nyatakan akan kita tata ulang," tambahnya.

    Butuh Lahan Luas

    Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) memperkuat dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) melalui Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal dan Kota Satelit.

    Baca juga: 10 Kota Baru buat MBR, Lahan Siap tapi Infrastruktur Masih Tanda Tanya

    Nusron Wahid mengatakan bahwa dukungan diberikan dengan penyediaan lahan skala besar di berbagai wilayah Indonesia.

    Kementerian ATR/BPN telah menyiapkan lahan potensial yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

    Total indikasi lahan di Indonesia yang telah terdata mencapai lebih dari 129.000 hektare.

    Untuk kawasan perkotaan, pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian vertikal, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu, untuk pengembangan kota satelit, disiapkan lahan dengan skala yang lebih luas.

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan bahwa ketersediaan lahan merupakan faktor kunci dalam keberhasilan Proyek Strategis Nasional (PSN).

    Baca juga: Notaris yang Pindah Kantor ke Jakarta Harus Bayar PNBP Rp 500 Juta

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Prabowo Tunjuk Rosan hingga Bahlil Garap Proyek PLTS 100 Giga Watt, Siap Genjot Energi Surya

    Komentar
    Additional JS