Spesifikasi Canggih Rudal BrahMos dari India yang Bakal Dimiliki RI - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyepakati kontrak pengadaan rudal BrahMos buatan India dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Kesepakatan itu tertuang dalam dokumen kerja sama nomor 12 yang berbunyi, "Kontrak pengadaan sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI."
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan India menandatangani total 16 dokumen kerja sama. Kontrak pengadaan rudal BrahMos merupakan salah satu di antaranya.
Baca juga: Hadiri Resepsi Komunitas India, Prabowo: Saya Pengagum Narendra Modi
Selain itu, kedua negara juga menyepakati pengadaan rudal udara ke udara (air-to-air missile/AAM).
Pelaut India Tewas dalam Serangan di Dekat Hormuz, Keluarga: AS Harus Tanggung Jawab!
Kesepakatan yang tercantum dalam dokumen kerja sama nomor 13 itu berbunyi, "Perjanjian pengadaan rudal udara ke udara (air-to-air missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp.”
Apa Itu Rudal BrahMos?
Rudal BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik yang dikembangkan secara bersama oleh India dan Rusia, dilansir dari Times of India, Senin (9/3/2026).
Produksinya dilakukan oleh BrahMos Aerospace, perusahaan patungan antara lembaga riset pertahanan India, Defence Research and Development Organisation (DRDO), dan perusahaan industri pertahanan Rusia, NPO Mashinostroyenia.
Nama “BrahMos” sendiri diambil dari gabungan dua nama sungai besar, yaitu Brahmaputra River di India dan Moskva River di Rusia.
Baca juga: India Suplai Obat Murah ke Indonesia, Disebut Berkualitas Tinggi
Rudal ini dikenal sebagai salah satu rudal jelajah operasional tercepat di dunia, dengan kecepatan mencapai Mach 2,8 hingga Mach 3, atau hampir tiga kali kecepatan suara.
BrahMos juga dirancang sebagai rudal multi-platform, yang berarti dapat diluncurkan dari berbagai sarana militer.
Sistem ini dapat ditembakkan dari peluncur darat, kapal perang, kapal selam, hingga pesawat tempur, termasuk pesawat Sukhoi Su-30MKI yang dioperasikan oleh Angkatan Udara India.
Pada tahap awal pengembangannya, rudal ini memiliki jangkauan sekitar 290 kilometer.
Namun, dalam perkembangannya jangkauan tersebut diperluas hingga lebih dari 400 kilometer, bahkan beberapa varian terbaru yang masih dalam tahap pengujian disebut mampu mencapai jarak yang lebih jauh.
Baca juga: Narendra Modi Ungkap Perdagangan India-Indonesia Hampir Capai 25 Miliar Dollar AS
Selain memiliki kecepatan tinggi, BrahMos juga dikenal memiliki tingkat presisi yang tinggi serta kemampuan terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari deteksi radar musuh.
Kemampuan ini menjadikannya salah satu komponen penting dalam sistem serangan militer yang dimiliki Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara India.
Spesifikasi
Secara teknis, rudal BrahMos memiliki panjang sekitar 8,4 meter dengan diameter sekitar 0,6 meter.
Baca juga: Desain Pesawat Masa Depan, Mesin Open Fan Jadi Andalan?
Berat peluncurannya mencapai sekitar 3.000 kilogram untuk versi darat dan laut, sementara versi yang diluncurkan dari udara memiliki berat sekitar 2.500 kilogram.
Untuk jangkauan operasional, varian yang diluncurkan dari darat atau kapal diperkirakan dapat mencapai 800 hingga 900 kilometer, meskipun kemampuan tersebut masih dalam tahap pengujian.
Sementara varian sebelumnya memiliki jangkauan sekitar 290 hingga 500 kilometer.
Baca juga: Puan: PM India Jadi Pemimpin Negara Asing Ketiga yang Berpidato di DPR RI
Adapun versi yang diluncurkan dari pesawat tempur Su-30MKI memiliki jangkauan sekitar 450 hingga 500 kilometer, sedangkan versi ekspor, seperti yang digunakan Filipina, dibatasi hingga sekitar 290 kilometer.
Dalam operasinya, rudal ini dapat terbang pada ketinggian hingga sekitar 15 kilometer.
Namun saat memasuki fase akhir serangan, BrahMos dapat melakukan manuver “sea-skimming”, yaitu terbang sangat rendah di atas permukaan laut pada ketinggian sekitar 3 hingga 10 meter, sehingga lebih sulit dideteksi radar.
Baca juga: Apa Itu Project Kuiper Amazon yang Jadi Pesaing Starlink?
Dari sisi sistem pendorong, BrahMos menggunakan sistem dua tahap.
Tahap pertama berupa roket berbahan bakar padat yang berfungsi untuk peluncuran dan percepatan awal.
Kemudian tahap kedua menggunakan mesin ramjet berbahan bakar cair yang memungkinkan rudal melaju dengan kecepatan supersonik secara stabil.
Baca juga: PM Modi: 25 Tahun Mendatang jadi Momen Penting bagi India dan Indonesia
Untuk navigasi, pada fase tengah penerbangan rudal menggunakan Inertial Navigation System (INS) yang dipadukan dengan sistem navigasi satelit global seperti GPS dan GLONASS.
Sementara pada fase akhir serangan, rudal ini menggunakan Active Radar Homing, yaitu sistem pencari radar aktif yang memungkinkan rudal mengunci target secara presisi.
BrahMos dapat membawa hulu ledak konvensional berdaya ledak tinggi maupun semi-penembus lapis baja dengan berat sekitar 200 hingga 300 kilogram, tergantung pada variannya.
Sejumlah sumber juga menyebutkan kemungkinan kemampuan membawa hulu ledak nuklir, meskipun pemerintah India tidak merinci secara terbuka konfigurasi tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang