Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Spanyol Spesial

    Super Unik, Warga Pulau Ini Bicara Pakai Siulan - detik

    2 min read

     

    Ilustrasi bersiul. Foto: Getty Images/South_agency

    Jakarta -

    Di era ponsel dan internet, ada sebuah pulau di Spanyol yang masih mempertahankan cara berkomunikasi unik, berbicara menggunakan siulan. Bukan sekadar kode sederhana, bahasa siulan ini mampu menyampaikan kalimat lengkap hingga menembus lembah-lembah pegunungan sejauh beberapa kilometer.

    Tradisi tersebut masih hidup di La Gomera, salah satu pulau di Kepulauan Canary, Spanyol. Bahasa yang dikenal sebagai Silbo Gomero itu bahkan masih diajarkan kepada seluruh anak sekolah sebagai mata pelajaran wajib.

    Silbo Gomero dikembangkan ratusan tahun lalu untuk mengatasi kondisi geografis La Gomera yang dipenuhi jurang dan lembah curam. Di wilayah seperti itu, suara manusia sulit menjangkau tempat yang jauh, sedangkan siulan dapat terdengar hingga beberapa kilometer.

    Seperti dikutip dari Times of India, Silbo Gomero bukan kumpulan bunyi acak. Bahasa ini mengubah setiap vokal dan konsonan dalam bahasa Spanyol Kastilia menjadi pola siulan yang dibedakan berdasarkan tinggi nada (pitch) serta apakah bunyinya mengalir atau terputus.

    Dengan sistem tersebut, penuturnya dapat menyampaikan hampir semua kalimat yang biasa diucapkan secara lisan. Selama bertahun-tahun, banyak orang mengira Silbo Gomero hanyalah sistem isyarat sederhana. Namun penelitian para ahli bahasa dan ilmuwan saraf menunjukkan bahwa bahasa ini memiliki struktur linguistik yang kompleks seperti bahasa lisan pada umumnya.

    Keunikan Silbo Gomero membuatnya diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada 2009. UNESCO menjelaskan bahwa Silbo Gomero merupakan bentuk bahasa bersiul yang merepresentasikan bahasa sehari-hari masyarakat La Gomera, yaitu bahasa Spanyol Kastilia, melalui bunyi siulan. Pengakuan tersebut turut mendorong upaya pelestarian bahasa yang sempat berada di ambang kepunahan.

    Seiring berkembangnya telepon dan teknologi komunikasi modern, penggunaan Silbo Gomero sempat menurun drastis. Banyak generasi muda meninggalkan bahasa tersebut karena dianggap tidak lagi dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Namun pemerintah daerah mengambil langkah penyelamatan dengan memasukkan Silbo Gomero ke dalam kurikulum sekolah sejak 1999. Kini, seluruh anak di La Gomera mempelajari bahasa siulan tersebut sejak usia dini sehingga tradisi itu tetap hidup di tengah masyarakat.

    Silbo Gomero tak hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga ilmuwan. Penelitian di bidang linguistik dan ilmu saraf menunjukkan bahwa otak penutur Silbo Gomero memproses bahasa siulan dengan cara yang sama seperti saat memahami bahasa lisan biasa.

    Hal ini menjadikan Silbo Gomero sebagai salah satu contoh paling unik tentang bagaimana manusia mampu menyesuaikan bahasa dengan lingkungan tempat mereka hidup. Menurut UNESCO, keberadaan Silbo Gomero membuktikan bahwa bahasa dapat berevolusi mengikuti kebutuhan manusia tanpa kehilangan fungsinya sebagai alat komunikasi yang utuh.

    (rns/fay)

    Komentar
    Additional JS