Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Kesehatan Spesial Turki Turkiye

    Turkiye Denda Ratusan Dokter karena Lakukan Operasi Caesar - Kompas

    4 min read

     


    ANKARA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Turkiye telah mendenda lebih dari 100 dokter spesialis kandungan karena melakukan operasi caesar.

    Turkiye juga menangguhkan mereka dari tugas dan mendesak untuk menjalani pelatihan, seperti yang dilaporkan surat kabar BirGun pada 11 Juli.

    Menurut data terakhir yang tersedia dari tahun 2023, Turkiye memiliki tingkat kelahiran sesar tertinggi di antara 38 negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dengan sekitar 615 prosedur tersebut dari setiap 1.000 kelahiran hidup tahun itu.

    Dikutip dari Straits Times, Sabtu (11/7/2026), para profesional medis mengatakan, operasi caesar lebih efisien waktu bagi staf medis, yakni 30 menit dibandingkan dengan 12 jam untuk persalinan tradisional.

    Eks Wamen Irak Diduga Korupsi, Rp 361 Miliar Disembunyikan di Galon dalam Saluran Pembuangan

    Hal ini menurunkan risiko tuntutan hukum atas komplikasi, sehingga menjamin keamanan bagi dokter dan wanita.

    Baca juga: Trump Tiba di Turkiye, Hadiri KTT NATO Saat Hubungan Merenggang

    Kampanye Turkiye atasi penurunan angka kelahiran

    Pada 2025, pemerintah Turkiye memulai kampanye untuk mengatasi penurunan angka kelahiran di bawah inisiatif "Dekade Keluarga" Presiden Recep Tayyip Erdogan yang telah mendorong pemerintah untuk lebih mengontrol bagaimana perempuan melahirkan.

    Erdogan ingin mengatasi rekor jumlah persalinan caesar elektif di Turkiye.

    Pemerintah kemudian melarang prosedur caesar di fasilitas perawatan kesehatan swasta tanpa alasan medis yang sah pada April 2025.

    Menurut BirGun, lebih dari 100 dokter telah didenda karena melakukan operasi caesar, mengutip angka yang diberikan oleh asosiasi medis di seluruh negeri.

    Hal ini memicu reaksi keras dari para profesional kesehatan.

    Baca juga: Iran Diduga Sindir Arab Saudi dan Turkiye di Pemakaman Khamenei

    "Para dokter kandungan telah diberi peringatan, dikenai investigasi disipliner, diskors sementara dari praktik, dan diwajibkan untuk mengikuti kursus pelatihan antenatal, dengan alasan tingginya angka operasi caesar di seluruh negeri," bunyi pernyataan Perhimpunan Dokter Antalya dalam laman resminya.

    Situs berita Diken mengutip kasus seorang dokter kandungan yang bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Sakarya dekat Istanbul yang dipecat atas permintaan kementerian kesehatan dengan alasan tingginya angka operasi caesar, kemudian diskors selama enam bulan.

    Selama periode tersebut, dokter perlu menjalani pelatihan di rumah sakit negara dan kemudian mengikuti ujian.

    Baca juga: Tragedi Stadion Guinea, Kelompok HAM: Lebh dari 135 Orang Meninggal Dunia

    Jika berhasil, dokter barulah dapat melanjutkan praktik kedokteran.

    Seorang pejabat tinggi di Asosiasi Dokter Turkiye (TTB), Ayse Gultekingil menyatakan, menghukum dokter tidak akan menyelesaikan masalah tingginya angka operasi caesar yang bersifat struktural.

    “Tingkat kelahiran sesar di Turkiye melebihi 60 persen. Namun, metode persalinan tersebut mencerminkan berbagai masalah dalam sistem perawatan kesehatan negara,” ujarnya.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Kecelakaan di Lampu Merah Unisma, 10 Orang Jadi Korban

    Komentar
    Additional JS