Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Pendidikan Pendidikan Tinggi Spesial Universitas Republik Indonesia

    Universitas Republik Indonesia untuk Mendidik Calon Pejabat Pemerintahan -, Kompas

    6 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) untuk mendidik calon pejabat pemerintahan.

    "Jadi Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya," kata Gubernur URI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

    Universitas Republik Indonesia atau URI adalah lembaga pendidikan yang berfokus ke pengembangan sumber daya manusia untuk mencetak pemimpin atau pejabat di pemerintahan.

    Baca juga: Donny Ungkap Tujuan URI, Lembaga Pendidikan Baru Bentukan Prabowo

    Donny mengatakan Kepala Negara ingin mengonsolidasikan serta mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini.

    MBG Watch: Kami Bersuara Disuruh Pindah Negara, This is So Painful!

    "Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan," imbuh dia

    Integrasikan Sekolah Garuda hingga LAN

    Menurut Donny, URI juga akan mengelola Sekolah Garuda.

    Baca juga: 15 Kepala Daerah Kena OTT KPK, Mendagri: Mereka Bukan Anak Kecil yang Kita Awasi 24 Jam

    Pemerintah juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia di Indonesia.

    "Jadi kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya Sekolah Unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia," kata Donny.

    Dia melanjutkan, URI juga akan terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

    Sebagai Gubernur URI, Donny juga akan memimpin Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan.

    "Jadi nanti di bawah Gubernur URI atau juga dinamakan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan, ini nanti akan ada tiga institusi yang pertama adalah Badan Pengelola Sekolah Unggulan, yang kedua adalah Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan yang ketiga adalah Lembaga Administrasi Negara," bebernya.

    Baca juga: Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia

    Oleh karenanya, LAN yang sudah ada saat ini akan diintegrasikan serta akan ditambahkan tugas dan fungsinya.

    "Akan diperkuat. Kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN, nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," tuturnya.

    Pemerintah sedang berproses melaksanakan program ini.

    Pemerintah juga memiliki Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan

    "Jadi kami melatih, membina, saat ini adalah 399 orang pegawai baru dari BUMN sedang kami latih, sedang kami bina untuk menjadi seorang karyawan yang punya hati yang mulia dan punya pikiran otak yang cerdas untuk memajukan bangsa kita ini," jelasnya lagi.

    Baca juga: Apa Beda Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi?

    Cetak pemimpin bangsa

    Lebih lanjut, ia mengatakan URI akan menjadi wadah untuk mencetak para pemimpin pemerintahan dan BUMN.

    "Jadi itu akan terintegrasi dari lulusan SMA yang bagus-bagus, kemudian akan masuk ke perguruan tinggi, dan kemudian masuk kepada pemerintahan ataupun kepada BUMN," tuturnya.

    Selain itu, ia lantas mencontohkan Prancis yang memiliki lembaga serupa yakni Ecole nationale d'administration (ENA) atau sekolah tinggi elite di Perancis, atau Institut national du service public (INSP).

    Baca juga: Mendes Jamin Kopdes Merah Putih Tidak Matikan BUMDes dan UMKM

    Adapun ENA adalah lembaga yang didirikan untuk mencetak para pemimpin, birokrat, dan presiden negara di Prancis.

    "Dan inilah yang digagas oleh beliau seperti halnya negara-negara tetangga kita juga mempunyai lembaga yang seperti yang kita ciptakan ini, yaitu seperti halnya kalau di Prancis kita kenal ENA ataupun sekarang namanya INSP, itu adalah beberapa pejabat tinggi dari Perancis juga lulusan dari sekolah tersebut," jelasnya.

    "Nah, ini diharapkan juga seperti itu juga, kita akan mendidik, melatih baik karakternya ataupun pemikirannya, managerial skill akan kita berikan penanaman kepada mereka sehingga akan bisa menjadi pemimpin di masa depan," ujar Donny.

    Penjelasan Mensesneg Prasetyo Hadi

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan hal serupa. URI adalah lembaga pendidikan untuk mendidik calon pejabat pemerintahan.

    "Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu, satu lembaga," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, dilansir ANTARA.

    Baca juga: Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

    Dia juga mencontohkan Prancis yang memiliki ENA, yang kini telah berubah menjadi INSP, sebagai lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan.

    Prasetyo mengatakan para pejabat pemerintahan, pejabat badan usaha milik negara (BUMN) hingga kepala daerah di umumnya pernah mengikuti pendidikan di lembaga tersebut.

    Menurut dia, penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting karena para pejabat negara menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara.

    "Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan. Kita ini semua menjalankan amanah Untuk kepentingan kebangsaan dan negara," kata Prasetyo.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS