Warga Sipil Tewas Tertembak Peluru Nyasar di Intan Jaya Papua, TNI Sebut Ulah KKB Peles Tigau -
Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.
Tayang:
Shutterstock
ILUSTRASI PENEMBAKAN - Seorang warga sipil bernama Melkiana Dwitau menjadi korban tembakan peluru nyasar oleh orang tidak dikenal (OTK) di sekitar TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (2/7/2026). Koops Habema TNI melaporkan dari hasil analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan itu dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Peles Tigau.
Ringkasan Berita:
- Seorang warga sipil bernama Melkiana Dwitau menjadi korban tembakan peluru nyasar oleh orang tidak dikenal (OTK) di sekitar TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (2/7/2026).
- Koops Habema TNI melaporkan dari hasil analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan itu dilakukan oleh KKB pimpinan Peles Tigau.
- Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.
TRIBUNNEWS.COM, INTAN JAYA - Seorang warga sipil bernama Melkiana Dwitau menjadi korban tembakan peluru nyasar oleh orang tidak dikenal (OTK) di sekitar TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (2/7/2026).
Koops Habema TNI melaporkan dari hasil analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan itu dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Peles Tigau.
Baca juga: DPR Minta TNI Perkuat Pengamanan Penerbangan Perintis Usai Kejadian KKB Bakar Pesawat di Yahukimo
Kepala Penerangan Koops Habema TNI Letkol Inf M Wirya Arthadiguna menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga sipil tersebut.
Menurutnya setiap korban sipil merupakan duka yang tidak diharapkan.
"Perlindungan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas Koops TNI Habema," kata Letkol Wirya dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Sumber tembakan berasal dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit.
Tembakan pertama terjadi sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga.
Lima menit kemudian kembali terdengar tembakan dari titik berbeda di kawasan perbukitan depan Koramil Sugapa.
Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai.
"Selama rangkaian kejadian tersebut, personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan," terangnya.
Kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih menempati posisi perlindungan (stelling) sambil memantau situasi, guna menghindari risiko terhadap masyarakat sipil.
Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter.
Sementara lokasi korban berada sekitar 321 meter dari titik gangguan tembakan pertama dan berjarak lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI.
Baca juga: Jenazah Nicholas Pilot AMA Korban Penembakan KKB Diterbangkan ke Jakarta dalam Kondisi Utuh
Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses analisis kejadian yang masih terus didalami bersama fakta-fakta lapangan lainnya.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa penggunaan kawasan permukiman sebagai lokasi aktivitas kelompok bersenjata berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik.
Sebab itu, Koops TNI Habema terus mengedepankan langkah-langkah yang terukur dan profesional agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Koops TNI Habema mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi proses penyelidikan yang dilakukan secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti teknis.
"Transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan masyarakat akan terus menjadi komitmen Koops TNI Habema dalam setiap pelaksanaan tugas," pungkasnya. (*)