1.378 Sekolah di Flores Rusak akibat Gempa, 923 Masih Libur Sementara - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total ada 1.378 sekolah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, tim petugas gabungan di lapangan sudah merampungkan proses pendataan dampak kerusakan sekolah.
"Untuk sektor pendidikan, kami akan menyampaikan sebanyak 1.378 sekolah terdampak. Sebanyak 177.678 siswa, 21.166 guru dan tenaga didik juga terdampak akibat gempa," ucap Berton dalam konferensi pers, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: BMKG Catat 4.728 Gempa Susulan Guncang Flores, Diperkirakan Berlangsung hingga 4 Pekan ke Depan
Dari jumlah sekolah yang terdampak itu, 923 di antaranya memberlakukan libur sementara dan 35 sekolah memanfaatkan ruang darurat untuk proses pembelajaran.
Gempa Kembali Terjadi di Manggarai NTT, Warga Berhamburan Keluar
"Sebanyak 923 sekolah libur sementara, 35 sekolah di ruang darurat, 171 sekolah belajar jarak jauh, dan 30 sekolah belajar normal," tutur Berton.
Berton melanjutkan, ada 5.521 unit ruang kelas dan 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan kategori berat.
Berton menyatakan bahwa BNPB bersama kementerian-lembaga, pemerintah daerah akan mempercepat proses pendataan untuk menyiapkan langkah pemulihan sarana pendidikan.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan panduan pembelajaran di masa darurat pascagempa di NTT.
Baca juga: BNPB: Jumlah Pengungsi Gempa NTT Bertambah Jadi 110.785 Orang
Sekolah diberikan ruang untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan tingkat kerusakan, ketersediaan sarana dan prasarana, kondisi murid dan guru, serta situasi lingkungan sekitar.
“Kami memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan agar proses pembelajaran dapat terus berlangsung dan hak belajar murid tetap terpenuhi, meskipun berada dalam kondisi yang penuh keterbatasan," kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin melalui keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, sekolah juga dapat memprioritaskan materi pembelajaran yang esensial dan relevan dengan kondisi murid.
Baca juga: Pemerintah Gelar Rakor Penanganan Gempa NTT, Dipimpin Pratikno
Dukungan psikososial, keselamatan diri, literasi dan numerasi dasar, serta pemulihan rutinitas belajar menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Metode pembelajaran juga dapat disesuaikan, baik melalui pembelajaran tatap muka secara terbatas, pembelajaran mandiri, maupun metode lain yang memungkinkan sesuai dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Pernyataan Kepala BNPB soal Gempa Susulan yang Masih Melanda NTT